Jakarta

ISYARAT LANGIT! Ramalan Habib Ja'far Al Kaff Disampaikan ke Gus Dur Soal Orang Buta Bakal Jadi Presiden Indonesia

Tiara Juliyanti Putri | 19 Januari 2024, 21:53 WIB
ISYARAT LANGIT! Ramalan Habib Ja'far Al Kaff Disampaikan ke Gus Dur Soal Orang Buta Bakal Jadi Presiden Indonesia

 

AKURAT JAKARTA - Lewat sebuah syair, Habib Ja'far Al Kaff, seorang wali majdub asal Kudus, sudah meramalkan bahwa Gus Dur kelak akan menjadi Presiden keempat RI.

Kisah ini terjadi jauh sebelum reformasi. Saat itu, Gus Dur masih menjabat sebagai Ketua Umum PBNU. 

Melalui sebuah syair lagu Obie Mesakh yang dipelesetkan, Habib Ja'far menyebut bahwa suatu saat nanti Indonesia akan dipimpin oleh Presiden buta.

"Sungguh aneh tapi nyata, ada presiden orang buta," kata Habib Ja'far di hadapan Gus Dur. 

Baca Juga: WASPADA! Ratusan Ribu Massa Bakal Serbu GBK Senayan Mulai Malam Ini, Berikut 22 Lokasi Parkir Kendaraan Peserta Harlah Ke-78 Muslimat NU

Namun siapa sangka, sosok orang buta itu adalah Gus Dur. Pada Oktober tahun 1999, ternyata betul-betul Gus Dur diangkat menjadi Presiden RI keempat.

Kisah tentang Gus Dur yang diramal menjadi Presiden keempat oleh satu sosok wali Majdub yaitu Habib Ja'far Al Kaff dilansir Akurat Jakarta dari kanal YouTube Jejak Para Wali.

Habib Ja'far Al Kaff dikenal wali Majdub, dengan penampilannya yang begitu nyeleneh berbeda dengan orang pada umumnya.

Habib Ja'far Al Kaff memiliki rambut yang panjang terurai dengan jenggot dan kumis yang begitu lebat dan tebal.

Kisah Habib Ja'far Al Kaff sang wali Majdub ini meramalkan Gus Dur akan menjadi seorang presiden, jauh sebelum Orde Baru tumbang. Saat itu, Soeharto masih sangat berkuasa.

Habib Ja'far Al Kaff sang wali Majdub memberikan isyarat bahwa Gus Dur bakal menjadi presiden dengan sebuah lagu.

 Lagu tersebut dinyanyikan oleh Habib Ja'far Al Kaff sang wali Majdub di hadapan Gus Dur. "Sungguh aneh tapi nyata, ada presiden Indonesia orang Buta"

Baca Juga: BANGGA! 6 Pemain Muda Persija Jakarta Masuk Timnas, Figo Denis Cerita Beratnya Jalani Pelatihan di TC

Dikisahkan, saat itu Gus Dur memasuki salah satu mall di Jakarta. Secara tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya. "Gus... Gus Dur...!" Gus Dur pun menoleh.

Ternyata, orang yang memanggilnya adalah Habib Ja'far Alkaf Kudus. Keduanya memang sahabat karib.

Merasa dirinya di panggil Gus Dur pun langsung menghampirinya. Tiba-tiba saja Habib Ja'far mengajak Gus Dur ke sebuah toko kaset.

Karena Habib Ja'far sudah tahu bahwa Gus Dur yang saat itu menjabat sebagai ketua umum PBNU, sangat menyukai musik.

Dan yang membuat Gus Dur heran, Habib Ja'far Al Kaff memborong banyak kaset dan dihadiahkan kepada Gus Dur.

Paling banyak kaset Obbie Messakh. Salah satu lagu yang populer saat itu yang syairnya berbunyi: "Sungguh aneh tapi nyata, tak akan terlupa..."

Nah, syair ini dipelesetkan oleh Habib Ja'far jadi: "Sungguh aneh tapi nyata, ada presiden orang buta."

Baca Juga: Warga Jateng Ikut Semilir Hobby Fest 2024 Yuk! Ada Kompetisi Cosplay, MMV/AMV hingga Turnamen Tekken 7, Total Hadiahnya Rp 13 Jutaan

Habib Ja'far Al Kaff, sang wali majdub, menyanyikan syair lagu tersebut dengan suara lantang dan berulang-ulang.

Mendengar lagu itu, Gus Dur yang sudah sangat faham dengan Habib Ja'far Al Kaff sang wali Majdub, hanya tersenyum saja. Ia mengucapkan terima kasih kepada Habib Ja'far Al Kaff sang wali Majdub.

Beberapa tahun kemudian, Soeharto lengser dari jabatannya. Orde Baru runtuh, lahirlah era reformasi.

Pelabuhan dari lagu Obbie Messakh itu menjadi kenyataan. Gus Dur terpilih jadi Presiden Republik Indonesia yang keempat pada Oktober 1999.

Baca Juga: CATAT! Promo JSM Indomaret Weekend Ini Hingga 23 Januari 2024, Pesta Belanja Khusus Akhir Pekan

Demikianlah salah satu kisah karomah wali Majdub Habib Ja'far Al Kaff, saat memberikan isyarat pada Gus Dur bahwa Gus Dur kelak akan menjadi Presiden.

Sebagai informasi, Habib Jafar Al Kaff meninggal dunia di kediamannya di Samarinda, Kalimantan Timur pada Jumat, 01 Januari 2021.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.