Heboh! Anggur Shine Muscat Impor dari China Mengandung Racun Berbahaya, Bapanas Lakukan Uji Cepat di 100 Titik, Ini Hasilnya

AKURAT JAKARTA - Heboh soal anggur Shine Muscat impor mengandung racun, terus jadi perbincangan masyarakat. Ada yang khawatir, namun ada juga menanggapinya dengan santai.
Pemerintah pun mengambil Langkah cepat. Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama dengan Dinas Pangan Provinsi langsung melakukan uji cepat atau rapid test residu pestisida pada anggur Shine Muscat.
Bapanas melakukan uji cepat di hampir 100 titik di kabupaten dan kota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Bagaimana hasilnya?
Baca Juga: Kreshna Putra Pastikan Golkar Jakarta Selatan Solid Dukung Paslon Nomor Urut 1 RIDO
Sebagaimana diketahui, kasus ini mencuat setelah otoritas Thailand menemukan anggur shine muscat tercemar residu pestisida.
Investigasi yang dilakukan otoritas Thailand mengungkapkan adanya kandungan zat kimia berbahaya dalam sampel anggur Shine Muscat.
Ditemukan 50 jenis residu beracun dalam sampel anggur Shine Muscat yang diuji. Temuan ini membuat para pedagang di Thailand rugi besar.
Masyarakat tak mau beli anggur Shine Muscat lagi. Akibatnya, pedagang terpaksa membuang stok anggur Shine Muscat.
Aksi ramai-ramai pedagang yang membuang anggur Shine Muscat itu viral di media sosial, sehingga jadi perhatian publik.
Negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Malaysia dan Indonesia, pun mulai melakukan penyelidikan dan uji laboratorium terhadap anggur Shine Muscat.
Hasilnya, Bapanas Indonesia menyebut, 90 persen anggur Shine Muscat yang beredar di pasar Indonesia negatif residu pestisida.
Hanya ada sekitar 10 persen yang ada kandungan residunya, namun masih dalam jumlah batas aman sehingga bisa dikonsumsi.
"Hasil uji rapid test menunjukkan bahwa anggur muscat yang beredar saat ini aman dikonsumsi, karena dari semua uji rapid tersebut dalam jumlah aman," ungkap Plh. Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Yusra Egayant, dalam keterangannya Jumat (1/11/2024).
Yusra menambahkan, Bapanas akan melakukan investigasi lebih lanjut terkait anggur Shine Muscat.
"Sebagian sampel tersebut tetap kami kirim ke laboratorium untuk memastikan kandungannya," katanya.
Pihaknya juga meminta Dinas Pangan di Provinsi atau kabupaten/kota, untuk mengetatkan pengawasan keamanan pangan segar guna memastikan keamanan produk yang beredar di pasar.
Meskipun hasil uji cepat menunjukkan bahwa anggur Shine Muscat aman dikonsumsi, namun ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menerapkan hal-hal pencegahan sebelum konsumsi buah segar.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, juga menyampaikan hal sama. BPOM memastikan, sejauh ini belum ditemukan anggur impor beracun yang beredar di pasar Indonesia.
"Untuk sementara, data yang kami dapatkan tidak ada (anggur shine muscat) yang di atas nilai ambang. Kemarin sudah turun tim kami dan sudah melanjutkan ke penilaian, intinya tidak ada yang di atas nilai ambang," kata Taruna.
Taruna mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terlalu khawatir terkait keamanan buah-buahan impor, termasuk anggur shine muscat yang ada di Indonesia.
"Untuk sementara, masyarakat yang masih ragu yang nggak usah pakai produk ini (anggur impor shine muscat). Itu jalan yang terbaik. Anggur kan banyak variasi, ada banyak anggur hijau local, bukan hanya muscat saja," kata Taruna.
Apa itu Anggur Shine Muscat?
Anggur shine muscat merupakan salah satu jenis anggur yang berasal dari Jepang. Anggur ini pertama kali ditanam pada tahun 1988 dan penyebarannya banyak ditemukan di China.
Karena itu, anggur-anggur muscat yang dijual di Indonesia kebanyakan berasal dari China. Bukan dari Jepang.
Anggur ini memiliki ciri khas yang terletak pada tekstur dagingnya yang juicy, rasa yang manis seperti madu serta aroma yang segar.
Selain itu, anggur ini memiliki tekstur kulit yang renyah dan tidak memiliki biji sehingga aman untuk dimakan langsung. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe di UNL, 6 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 2Prediksi Skor Kroasia vs Spanyol di UNL, 7 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan 0-7?
- 3Prediksi Skor Inggris vs Ceko di UNL, 7 Oktober 2026: Mampukah The Three Lions Lanjutkan Tren Gemilang?
- 4Raker HAPPI Jatim 2026, Prof Zainul Hidayah Terpilih Jadi Ketua
- 5Kebakaran Menteng Atas: 74 Warga Masih Mengungsi, Golkar DKI Siapkan Konsumsi dan Kebutuhan Mendesak Lainnya
- 6Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Tapi Mengapa Ranking FIFA Indonesia Tidak Naik? Ini Penjelasannya!
- 7Pimpin Apel Oktober 2026, Bupati Tangerang Beri Peringatan Keras: Tak Boleh Ada Asbak di Ruang Pelayanan
- 8Tinjau Kebakaran di Menteng Atas, Legislator Golkar Basri Baco Dorong Mobil Pemadam Ada di Tiap Kelurahan
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




