Jakarta

Jangan Lupa! Semarang Night Carnival 2025 Bakal Digelar 1 Mei, Hiburan Gratis untuk Rakyat, Usung Tema Perisai Nusantara, Ini Maknanya

Sastra Yudha | 9 April 2025, 16:22 WIB
Jangan Lupa! Semarang Night Carnival 2025 Bakal Digelar 1 Mei, Hiburan Gratis untuk Rakyat, Usung Tema Perisai Nusantara, Ini Maknanya

AKURAT JAKARTA - Warga Jawa Tengah jangan sampai lupa! Semarang Night Carnival atau SNC 2025 bakal kembali digelar dalam waktu dekat.

Semarang Night Carnival 2025 digelar dalam rangka meramaikan Hari Ulang Tahun atau HUT ke-478 Kota Semarang.

Pagelaran Semarang Night Carnival 2025 akan berlangsung pada Kamis, 1 Mei 2025, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai.

Baca Juga: Gelar Halal Bihalal di Puspemkab Tangerang, Bupati Maesyal Minta ASN Merespon Cepat Setiap Kritik dan Saran yang Disampaikan Warga Via Medsos

Arak-arakan karnaval budaya ini akan berlangsung melewati rute dari Titik 0 Km hingga Balai Kota Semarang.

Tahun ini, Semarang Night Carnival mengusung tema 'Perisai Nusantara' yang terdiri dari empat subtema Utama.

Empat subtema Utama tersebut adalah: Burung Cendrawasih, Anggrek, Burung Merak, dan Penjor.

Empat subtema tersebut masing-masing memilii makna budaya, yaitu:

1. Burung Cendrawasih

Disebut juga Bird of Paradise, burung Cendrawasih melambangkan keindahan dan keagungan.

Dalam bahasa Sansekerta, “Cendra” berarti dewa atau dewi, sementara “Wasih” berarti utusan.

Burung jantan Cendrawasih dikenal dengan bulunya yang eksotis dan dinilai sebagai salah satu burung tercantik di dunia.

2. Anggrek (Orchidaceae)

Tanaman endemik Indonesia ini dikenal sebagai bunga eksotis yang melambangkan cinta, kemewahan, dan ketangguhan.

Warna-warninya yang kaya dianggap sebagai simbol dari keindahan yang kuat dan tahan lama.

Baca Juga: Gubernur Pramono Marah Besar! Gangguan Layanan Bank DKI Ternyata Sudah 3 Kali Terjadi, Lapor Bareskrim untuk Diusut Dugaan Kebocoran Dana

3. Burung Merak

Burung Merak melambangkan kejujuran, kewibawaan, dan kebijaksanaan. Burung ini juga dipercaya membawa simbol keunggulan dan optimisme.

Sikap ini tercermin dari kepalanya yang selalu tegak, seolah terus memandang ke arah yang lebih baik.

4. Penjor

Penjor merupakan elemen khas dalam budaya Bali yang merepresentasikan kesejahteraan dan kemakmuran.

Penjor dihias dengan beragam ornamen seperti padi dan gantungan lainnya, yang masing-masing mengandung makna spiritual serta perlambang sandang dan pangan.

Empat subtema di atas diinterpretasikan sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya dan filosofi bangsa Indonesia.

Baca Juga: Prediksi Skor Barcelona vs Borussia Dortmund, 10 April 2025: Mampukah Blaugrana Raih Hasil Positif di Leg Pertama Perempat Final UCL?

Catat! Semarang Night Carnival bukan sekadar parade kostum, melainkan juga ruang ekspresi kreativitas masyarakat sekaligus etalase kekayaan budaya Nusantara.

Kostum, musik, dan koreografi yang ditampilkan setiap tahun dirancang untuk membawa pesan budaya yang kuat dan menghibur masyarakat.

Untuk informasi lebih lanjut seputar pendaftaran peserta, penjelasan detail subtema, atau perubahan jadwal acara, masyarakat dapat memantau akun media sosial @semarangnightcarnival.

Jangan sampai ketinggalan! Acara ini digelar terbuka untuk umum dan pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis.

Ajak keluarga, kerabat dan teman dekat untuk sama-sama memeriahkan Semarang Night Carnival 2025 yang akan berlangsung pada Kamis, 1 Mei 2025 mendatang. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.