Jakarta

Bike To Work Indonesia hingga Koalisi Pejalan Kaki Tolak Silaturahride Pramono, Hendro: Pakai Sepeda di JLNT Casablanca Melanggar Hukum dan Keamanan

Yasmina Nuha | 16 April 2025, 16:56 WIB
Bike To Work Indonesia hingga Koalisi Pejalan Kaki Tolak Silaturahride Pramono, Hendro: Pakai Sepeda di JLNT Casablanca Melanggar Hukum dan Keamanan

AKURAT JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akan menggelar silaturahmi dengan para komunitas sepeda atau Silaturahride pada Sabtu (19/4/2025), akhir pekan ini.

Kegiatan ini pun mendapat respon negatif dari berbagai komunitas yang tergabung dalam Koalisi Mobilitas Berkelanjutan.

Mereka yang menolak antara lain: Bike To Work (B2W) Indonesia, Road Safety Association (RSA), Koalisi Pejalan Kaki, dan Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB).

Baca Juga: Wacana Jakarta Bakal Jadi Kota Perfilman, Legislator Golkar Ungkap Cara Promosi Memajukan Kota

Koalisi komunitas itu menolak lantaran rute dari pesepeda tersebut bakal menggunakan Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Casablanca, Jakarta Selatan.

Ketua Umum B2W Indonesia, Hendro Subroto, mengungkapkan bahwa Bike To Work (B2W) Indonesia dan Road Safety Association telah memenuhi undangan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, pada Kamis (10/4/2025) lalu.

Ia menjelaskan, undangan ini untuk membahas acara "SilaturahRide with Mas Pram"—sebuah kegiatan gowes bersama yang diinisiasi oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Namun alih-alih ruang diskusi, yang ditemukan hanya komunikasi satu arah, secara harfiah dan politis.

Bukannya berdiskusi, mereka justru menjadi penonton presentasi konsep yang telah matang dan siap saji.

"Apalagi yang disajikan membuat kami kaget, acara bersepeda itu akan melalui jalan JLNT Casablanca, bahkan dua kali putaran. Saat itu juga, kami menyampaikan penolakan keras terhadap penggunaan JLNT Casablanca sebagai rute sepeda dalam acara ini," ujar Hendro dalam keterangannya, dikutip Rabu (16/4/2025).

Ia menjelaskan, penolakan ini bukan tanpa dasar. Regulasi yang ada sudah sangat jelas melarang sepeda melintas di JLNT. Bukan karena sepeda tak penting, tetapi karena keselamatan harus didahulukan.

Baca Juga: Gubernur Pramono Gelar Silaturahride Bersama 400 Pesepeda Akhir Pekan Ini, Dishub DKI Bakal Tutup Sejumlah Ruas Jalan, Berikut Rute yang Dilewati

Ironisnya, kata Hendro, Dinas Perhubungan pun awalnya tidak merekomendasikan rute ini, karena alasan hukum dan keselamatan.

Tapi entah karena tekanan politis atau demi silaturahmi yang terlalu mengalir, sikap itu mendadak melunak.

"Solusi darurat pun diambil: jalan akan ditutup penuh hanya untuk rombongan sepeda peserta acara. Sehingga makin melebar membuat kerugian aktifitas rutin hari itu warga jakarta yang bermobilitas di jalur tersebut," katanya.

Kemudian, pihaknya juga menolak ikut dalam survey rute pada Sabtu, 12 April 2025. Alasannya, karena memilih konsisten pada prinsip.

Mereka tidak ingin menjadi bagian dari normalisasi pelanggaran hukum atas nama seremoni.

Ia beranggapan, acara ini seolah menghidupkan kembali stigma lama bahwa bersepeda hanya untuk kaum tertentu, dengan gaya tertentu, dan pada momentum seremonial belaka.

"Bukannya membangun budaya transportasi berkelanjutan yang inklusif dan aman, kegiatan ini malah menyulap sepeda menjadi kendaraan eksklusif untuk konten elit," tuturnya.

"Ini bukan warisan keberpihakan terhadap transportasi ramah lingkungan seperti era sebelumnya — ini hanyalah gaya, bukan substansi," imbuhnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Newcastle vs Crystal Palace di Premier League, 17 April 2025: Misi UCL The Magpies Berlanjut

Koalisi Mobilitas Berkelanjutan mengeluarkan 3 sikap sebagai berikut:

1. Menolak keras penggunaan JLNT Casablanca sebagai rute kegiatan bersepeda. Mengecam normalisasi pelanggaran hukum oleh pejabat publik yang semestinya menjadi teladan.

2. Menyesalkan proses perencanaan kegiatan yang tidak partisipatif dan tidak menghargai masukan komunitas.

3. Menyerukan agar Pemprov DKI kembali kepada arah kebijakan transportasi yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

Pihaknya juga mendorong Pramono untuk tidak terjebak dalam euforia pencitraan, tapi kembali meneguhkan komitmen terhadap transportasi berkelanjutan yang taat hukum dan berpihak pada rakyat.

"Karena kota yang berpihak pada pejalan kaki dan pesepeda adalah kota yang berpihak pada masa depan. Dan masa depan itu tidak dibangun di atas pelanggaran hukum," pungkasnya.

Baca Juga: Langkah Mudah Resep Bikin Ikan Bakar Bumbu Kemiri Khas Indramayu, Rasa Rempah Melimpah Makan Makin Nkmat

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan penutupan di sejumlah jalan saat acara Silaturahride tersebut berlangsung.

"Sekarang masih dalam suasana idul fitri. Jadi Pak Gubernur akan bersilaturahmi dengan komunitas pesepeda di Jakarta pada hari Sabtu, tanggal 19 April besok," ujar Syafrin kepada wartawan, Selasa (15/4/2025).

Ia pun menjelaskan, berbagai rute yang akan dilaksanakan dalam acara ini, mulai dari Balai DKI Kota Jakarta hingga Jalan Prof. Hamka, Jakarta Pusat.

"Dan akan melakukan kegiatan bersepeda bersama, start dari Balai Kota, kemudian akan melintas Merdeka Selatan, MH Thamrin, Sudirman, akan nge-loop di Bundaran Senayan," ujar Syafrin.

"Kemudian dari Bundaran Senayan akan belok kiri ke arah Karet, untuk kemudian berputar di Underpass, dan kemudian menuju ke timur, naik ke jalan Prof Hamka," imbuhnya.

Kemudian, lanjut Syafrin, setelah sampai di Jalan Prof Hamka, rute sepeda tersebut akan kembali menuju Balai Kota DKI Jakarta.

"Kemudian di ujung itu akan berputar kembali di Underpass Saharjo, kemudian menuju kembali ke barat untuk berputar di Underpass Karet, dan kemudian selanjutnya akan ke Balai Kota," katanya.

Baca Juga: Rayakan HUT ke-50, Taman Mini Promo Diskon Tiket Masuk hingga 50 persen, Kapan dan Bagaimana Cara Belinya?

Ia pun menjelaskan, jumlah peserta yang akan hadir dalam kegiatan bersepeda ini sekitar 400 orang, termasuk dari komunitas sepeda di Jakarta.

"Pesertanya lebih kurang 400 pesepeda yang nantinya akan ikut di dalam komunitas yang ada di Jakarta," tukasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.