Kasus

Dengan Pengamanan Ketat, Bharada E Dijebloskan ke Lapas Salemba

AKURAT.CO – Terpidana kasus pembunuhan Brigadir J, Richard Eliezer atau Bharada E, resmi dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Salemba, Jakarta Pusat, pada Senin (27/2/2023).

Richard akan menjalani hidup di balik jeruji besi itu selama satu tahun. Diperkirakan, ia akan bebas pada Februari 2024 mendatang.

Sebab, majelis hakim menjatuhkan vonis 1,5 tahun penjara terhadap Richard Eliezer, atas kasus pembunuhan Brigadir J. Dalam putusannya, majelis hakim menjelaskan bahwa vonis yang dijatuhkan itu dikurangi dengan masa penahanan yang telah dilalui oleh Richard.

Diketahui, Richard alias Bharada E sudah ditahan di Rutan Bareskrim Polri sejak 3 Agustus 2022 lalu. Penahanan dilakukan usai dirinya ditetapkan menjadi tersangka.

Dengan demikian, berarti Richard telah melalui enam bulan masa kurungan. Sehingga sisa masa tahanannya tinggal satu tahun lagi. Itu belum termasuk jika Richard menerima remisi atau potongan masa tahanan.

Pemindahan Richard dari Rutan Bareskrim ke Lapas Salemba berlangsung dalam pengamanan yang super ketat. Sehingga wartawan dan para pendukung Bharada E yang sudah menunggu sejak pagi, tak bisa melihat langsung Bharada E.

Rombongan mobil pembawa Richard tiba di Lapas Salemba pada Senin (27/2) sekitar pukul 14.40 WIB. Richard diduga berada di mobil tahanan kejaksaan bewarna hijau, yang menjadi kepala rombongan.

Di belakangnya mengekor mobil Avanza hitam dan dua mobil Fortuner bertuliskan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.

Begitu rombongan tiba di gerbang, penjaga Lapas berseragam biru langsung membarikade jalur masuk. Hanya dua mobil terdepan yang dibolehkan masuk.

Bahkan, mobil LPSK yang berada di rombongan ketiga dan keempat, terpaksa berhenti di depan gerbang Lapas Salemba. Sejumlah pegawai Lapas turun dari mobil dan masuk dengan berjalan kaki.

Mobil Toyota Kijang LGX yang diduga membawa Richard tak berhenti di halaman Lapas. Mobil itu masuk melalui gerbang kedua, dan langsung menuju Lapas.

Penempatan Richard di Lapas Salemba ini dilakukan atas beberapa hal. Salah satunya adalah demi keamanan mantan ajudan Ferdy Sambo tersebut.

“Penempatan di Lapas Salemba juga dilakukan dengan mempertimbangkan keamanan, pembinaan, pemberian hak-hak dasar dan hak-hak bersyarat,” kata Koordinator Humas dan Protokol Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham, Rika Aprianti, beberapa waktu lalu. (*)

Berita Terkait