News

Honor Kader Posyandu Harus Naik, Lebih Aktif Monitoring Tumbuh Kembang Balita

AKURAT.CO – Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad meminta honor kader posyandu ditingkatnya. Sebab, menurutnya honor kader posyando saat ini masih sangat minim.

Menurutnya, peningkatkan honor kader posyandu sangat penting agar lebih aktif melakukan monitoring tumbuh kembang balita dan dapat mengejar level stunting DKI Jakarta di bawah lima persen pada tahun 2024.

“Honor kader posyandu sekarang yang masih sangat minim kita tingkatkan agar mereka lebih aktif melakukan monitoring tumbuh kembang balita di setiap wilayah,” ujar Idris melalui keterangan tertulis, Sabtu (4/2/2023).

Selain itu menurut Idris, perlengkapan posyandu berupa anteopometri juga harus distandarisasikan agar pemantauannya lebih akurat.

“Sayangnya saat ini banyak posyandu tidak optimal memilik alat alat seperti timbangan hingga alat ukur tinggi badan, bahkan harus meminta bantuan ke orang per orang,” sambung Idris.

Perlu diketahui, sebelumnya Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menemui Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, untuk membahas penyelesaian masalah stunting atau gizi buruk di DKI Jakarta.

Menurut Budi, penyelesaian tersebut dilakukan sebagai ‘hadiah’ untuk Presiden Joko Widodo, terdapat provinsi yang tingkat permasalahan stuntingnya dibawah lima persen.

“Saya tadi datang ke Pak Gubernur, kan (Indonesia) negara maju (masalah stunting harus) dibawah lima persen. Jadi yuk kita kasih hadiah ke Bapak Presiden ada provinsi (yang permasalah stunting) dibawah lima persen,” ujar Budi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (1/2/2023).

Budi menyatakan, saat ini permasalah stunting di DKI Jakarta masih berada diangka 16 persen. Sedangkan data stunting nasional sudah turun menjadi 21 persen, dari sebelumnya berada diangka 24 persen.

“Nah bapak Presiden, kan pengennya 14 (persen) di 2024 (mendatang untuk nasional),” sambung Budi.

Oleh karena itu menurut Budi, nantinya provinsi DKI Jakarta akan menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia untuk menurunkan angka stunting.

“Tadi kita bicarakan bagaimana kita bisa kasih contoh satu provinsi (penurunan angka stunting bagi provinsi lain),” pungkas Budi.

Berita Terkait