Fakta Baru Kematian Siswi SDN 06 Petukangan Utara, Sempat Ada Dorong-dorongan

AKURAT JAKARTA - Polisi mengungkap fakta baru terkait kasus siswi SDN 06 Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, inisial RYT (13) meninggal dunia.
Korban meloncat dari lantai 4 gedung sekolah meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Fatmawati.
Polisi pun mengungkap rangkaian peristiwa sebelum korban meninggal.
Baca Juga: Dalami Siswa SD Loncat Dari Lantai 4, Polisi Gelar Olah TKP dan Periksa Saksi
Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Henrikus Yossi mengatakan korban dan teman-temannya saat itu hendak masuk ke kelasnya.
Menurut Yossi, saat itu para siswa berbaris memasuki kelas. Saat berbaris, guru melihat korban sempat terlibat dorong-dorongan dengan temannya.
"Almarhum ini berbaris dengan rekan-rekan sekelasnya. Memang sempat terjadi dorong-mendorong di antara teman sekelasnya," kata Henrikus Yossi kepada wartawan, Senin (2/10/2023).
Baca Juga: Siswi SD Tewas Jatuh dari Lantai 4 Sekolah, Paman Sebut Korban Sosok Pendiam
Melihat kejadian tersebut, wali kelas memanggil korban dan temannya yang terlibat dorong-dorongan untuk menengahi. Setelah diberi nasihat, keduanya pun bersalaman.
"Setelah menengahi dan menasihati, keduanya sama-sama bersalaman. Kemudian yang bersangkutan ke kamar mandi," tuturnya.
Namun, setelah berjalan beberapa saat korban tak kunjung kembali ke kelas. Kemudian, korban sudah ditemukan di lantai dasar usai terjatuh dari lantai 4 gedung sekolahnya.
Baca Juga: Motor Bencongan 3 Kecelakaan Maut Tabrak Truk, 1 Korban Tewas
Dari hasil pemeriksaan sementara, Yossi menyebut dorong-dorongan itu bukan terjadi karena perselisihan, melainkan spontanitas.
Kendati begitu, polisi masih mendalami hal tersebut berkaitan dengan peristiwa jatuhnya korban.
"Dari hasil pemeriksaan, itu terjadinya spontan saja. Itu rangkaian peristiwa yang memang terjadi sebelum peristiwa almarhum jatuh. Ini masih kami dalami, masih terus kami dalami hubungan atau keterkaitan antara peristiwa itu," tukasnya.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bintoro mengatakan, penyidik mendapatkan barang bukti kursi yang digunakan korban untuk memanjat tembok.
“Jadi kami mendapatkan di TKP ada barang bukti berupa tempat duduk, yang mana itu digunakan yang bersangkutan memanjat dan melompat,” ujar Bintoro kepada wartawan, Rabu (27/9/2023).
Selain kursi, Bintoro menyebutkan, polisi juga mengantongi barang bukti rekaman CCTV di lokasi kejadian.
Meski demikian, ia belum mengungkap lebih jauh perihal isi rekaman.
“Kami juga mendapatkan CCTV yang ada kaitannya dengan kejadian tersebut,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Nyala Ainun, Penulis Cilik Tangsel yang Telah Melahirkan 9 Buku dan Sabet Berbagai Penghargaan
- 2Buka Workshop di Japfa Food Indonesia, Wabup Intan Dorong Dunia Usaha Perkuat Pengelolaan Sampah Mandiri
- 3Profil Kapolri Baru Komjen Suyudi Ario Seto Pilihan Presiden, Sudah Disetujui DPR
- 4Gandeng Warga Sunter Agung dan Papanggo, Jakpro Luncurkan Program Pemilahan Sampah Berbasis Komunitas
- 5Kemendikdasmen Buka Pertukaran Pelajar ke Tokyo Gratis untuk Siswa SMK, Cek Syaratnya!
- 6Tak Perlu Cemas Titik Buta, Keterbatasan Visibilitas Belakang Jetour T2 i-DM Berhasil Teratasi Kamera 360
- 7Jetour T2 i-DM Resmi Mengaspal Bawa Bagasi Luas dan Fitur Kepraktisan Lengkap, Jadi Opsi Menarik untuk Mendukung Aktivitas Luar Ruangan
- 8Jetour T2 i-DM Resmi Dijual Rp 688 Juta, SUV PHEV Bergaya Boxy Bawa Kabin Modern dan Nyaman
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






