Jakarta

Viral Pasar Tanah Abang Kini Sepi Pengunjung, Pengelola Akui Menurun Signifikan Pasca Pandemi Covid-19

Fadhil Dhuha Rizqullah | 14 September 2023, 20:28 WIB
Viral  Pasar Tanah Abang Kini Sepi Pengunjung, Pengelola Akui Menurun Signifikan Pasca Pandemi Covid-19

AKURAT.CO - Viral di media sosial video yang memperlihatkan kondisi Pasar Tanah Abang yang kini sepi pengunjung.

Dari beberapa unggahan yang beredar di media sosial Tiktok, terlihat kios-kios di Pasar Tanah Abang banyak yang tutup.

Menanggapi hal itu, Kepala Promosi Blok A Tanah Abang, Supriatna, mengakui bahwa pengunjung Pasar Tanah Abang relatif menurun.

Diakui Supriatna, memang ada perbedaan jumlah pengunjung di Blok A Tanah Abang yang cukup signifikan, jika dibandingkan dengan periode sebelum pandemi Covid-19.

Baca Juga: Fraksi PSI DPRD Usul Status Darurat Polusi Udara, Begini Jawaban Pemprov DKI

Saat kondisi normal sebelum pandemi Covid-19, kata Supriatna, okupansi atau keterisian kios di Pasar Tanah Abang mencapai 93 hingga 94 persen.

Saat ini, meski pandemi Covid-19 sudah berlalu, okupansinya belum pulih seperti sebelum pandemi.

"Okupansi Blok A Tanah Abang saat ini mencapai 85%," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (14/9/2023).

Dia menyebut, beberapa kios kios yang kosong bukan ditinggal pedagang karna sepi pengunjung, melainkan kurang strategisnya kios tersebut.

"Kios-kios kosong tersebut sebagian besar merupakan sisa kios yang belum terjual atau tersewa, karena lokasinya kurang menguntungkan," ucapnya.

Baca Juga: Gen Z Rentan Depresi Hingga Berujung Bunuh Diri, Begini Cara Mencegahnya

Meskipun pengelola Pasar Tanah Abang telah berusaha keras untuk mempertahankan popularitasnya sebagai destinasi belanja.

Namun, tantangan yang dihadapi akibat perubahan pola konsumen dan pengaruh pandemi, tetap menjadi fokus utama bagi manajemen. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.