Jakarta

Sejarah Jakarta: Mengenal Silat Beksi, Warisan Budaya Betawi yang Berkembang Hingga Generasi Ke-VIII

Fadhil Dhuha Rizqullah | 17 September 2023, 17:42 WIB
Sejarah Jakarta: Mengenal Silat Beksi, Warisan Budaya Betawi yang Berkembang Hingga Generasi Ke-VIII

AKURAT.CO - Salah satu warisan budaya Betawi yang masih bertahan hingga kini adalah Maen Pukulan Beksi, atau yang lebih dikenal dengan Silat Beksi.

Silat Beksi mulai muncul pada pertengahan abad ke-19, sekitar tahun 1850-1860. Pada masa itu, wilayah Jakarta dan sekitarnya, seperti Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Depok.

Saat itu, wilayah Jabodetabek dikuasai oleh tuan-tuan tanah yang ditugaskan oleh pemerintah kolonial Belanda untuk memungut pajak dari rakyat.

Silat Beksi kemudian menjadi alat untuk melawan penindasan yang dilakukan oleh para centeng yang dipelihara oleh tuan tanah.

Baca Juga: 5 Menit Dibuka, Tiket Gratis Kereta Cepat Jakarta-Bandung Langsung Ludes, Nitizen: Berasa War Tiket Konser

Kisah tentang lahirnya Silat Beksi mirip dengan dongeng. Konon jurus-jurus silat ini diajarkan oleh siluman macan putih.

Sejak kemunculannya, Maen Pukulan Beksi lambat laun menyebar ke seluruh wilayah Batavia dan sekitarnya. Silat Beksi pun mengalami perkembangan dalam jurus dan variasi gerakan.

Peran penting dalam perkembangan dan penyebaran Silat Beksi dipegang oleh empat murid utama Ki Iban (Ki Jidan): Ki Ceng Ok (seorang peranakan Tionghoa), Ki Tempang, Ki Muna, dan Ki Dalang Ji’ah.

Ki Ceng Ok, yang memiliki paling banyak murid, menjadi penghubung utama dalam penyebaran Silat Beksi ke Jakarta dan daerah sekitarnya.

Generasi sekarang adalah generasi kedelapan yang mengenal empat tokoh guru besar murid-murid Ki Marhali, dikenal dengan sebutan tokoh Beksi Empat Serangkai.

Mereka adalah: Kong Hasbullah, Kong Noer, Kong Gozali, dan Kong Simin.

Mereka berasal dari kampung Petukangan, Pesanggerahan - Cipulir, Kebayoran Lama.

Keempat tokoh ini telah memainkan peran kunci dalam melestarikan tradisi Silat Beksi.

Baca Juga: Gelar Operasi Cipta Kondisi, Polres Jaksel Jaring 22 Remaja Hendak Tawuran

Hingga tahun 2015, Maen Pukulan Beksi telah mencapai generasi ke-VIII, dengan tokoh-tokoh seperti Basir, Abdul Azis, Abdul Malik, H. A. Yani, Muhali Yahya, dan banyak lainnya yang menjadi pelanjut warisan silat ini.

Salah satu hal yang sangat mencirikan Silat Beksi adalah nama-nama jurusnya yang unik dan khas Betawi.

Ada 12 jurus dasar, antara lain Jurus Beksi, Jurus Gedig, Jurus Tancep, Jurus Ganden, Jurus Bandut, Jurus Broneng, Jurus Tingkes, Jurus Rusia Pecah Tiga, Jurus Bolang-Baling, Jurus Gebal, Jurus Kebut, dan Jurus Petir/Tunjang.

Sebelum memulai latihan, para murid baru Silat Beksi mengikuti upacara Ngerosul atau Rosulan sebagai tawasul kepada para wali dan guru besar yang telah menyebarkan ilmu silat Beksi.

Baca Juga: Waduh, Uang Gembong Narkoba Fredy Pratama Buat Bikin Karaoke, Hotel dan Restoran

Ini adalah bukti dari penghargaan mendalam terhadap warisan budaya yang telah dilestarikan selama bertahun-tahun.

Silat Beksi terus menjadi bagian yang tak terpisahkan dari identitas Betawi, mengajarkan bukan hanya seni bela diri, tetapi juga nilai-nilai budaya dan keberanian yang mendasari perjuangan dan perjalanan panjangnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.