Jakarta

Kemenag Gelar Sidang Isbat Hari Raya Idulfitri pada 9 April 2024, Sebar Tim Pemantau Hilal ke 120 Lokasi se-Indonesia

Fikri Hidayatulloh | 2 April 2024, 15:25 WIB
Kemenag Gelar Sidang Isbat Hari Raya Idulfitri pada 9 April 2024, Sebar Tim Pemantau Hilal ke 120 Lokasi se-Indonesia

AKURAT JAKARTA - Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat atau sidang penetapan Hari Raya Idulfitri pada 9 April 2024.

Sidang isbat yang digelar di Auditorium HM. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta, itu akan dihadiri Komisi VIII DPR, Pimpinan MUI, duta besar negara sahabat, perwakilan ormas Islam, dan Tim Hisab-Rukyat Kementerian Agama.

Sidang isbat akan memutuskan hari dimulainya 1 Syawal 1445 H.

Baca Juga: Mau Bahagia di Dunia hingga Akhirat? Kuncinya Adalah Ilmu: Pesan Ramadhan Hari ke-22 dari Bang Zaki, Simak Selengkapnya

"Sidang isbat awal Syawal selalu dilaksanakan pada 29 Ramadan. Tahun ini, bertepatan dengan 9 April 2024," kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin, dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, Selasa (2/4/2024).

Menurut Kamaruddin, sidang isbat Hari Raya Idulfitri 2024 akan digelar secara tertutup.

Sebelum sidang isbat dimulai, Kementerian Agama akan lebih dulu menggelar Seminar Pemaparan Posisi Hilal.

Baca Juga: Pernah Ganti Nama Sebanyak 13 Kali, Berikut Ini Sejarah Kota Jakarta

Kamaruddin mengungkap pada 9 April 2024, berdasar data hisab, saat matahari terbenam, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia berada di atas ufuk antara 4 derajat 52.71 menit sampai dengan 7 derajat 37.84 menit.

Sudut elongasi 8 derajat 23.68 menit hingga 10 derajat 12.94 menit.

“Berdasarkan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), posisi hilal telah memenuhi kriteria visibilitas hilal (Imkanur Rukyat) yaitu tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat,” tegasnya.

Baca Juga: Mendekati Lebaran, Sebanyak 28 Juta Orang Pemudik Diprediksi Bakal Keluar Jabodetabek

Meski begitu, kata Kamaruddin, Kemenag tetap akan melakukan pemantauan hilal ke 120 lokasi di Indonesia.

"Mereka akan melaporkan, apakah pada hari itu hilal terlihat atau tidak," tegasnya.

Hasil pemantauan hilal ini lalu akan dibahas dalam sidang isbat.

"Jadi kapan Hari Raya Idulfitri, kita masih menunggu keputusan sidang isbat. Hasilnya akan diumumkan secara terbuka melalui konferensi pers,” beber Kamaruddin.*

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.