Kamu Harus Tahu Sejarah Panjang Jakarta: Terbentuk Sejak 3000 Tahun Sebelum Masehi, Mulai Berkembang Sejak Zaman Batu

Akurat Jakarta - Jakarta merupakan kota metropolitan yang terletak di pesisir laut Pulau Jawa bagian barat.
Jakarta merupakan pusat bisnis, politik, dan kebudayaan di mana berdiri perkantoran-perkantoran penting perusahaan swasta, BUMN, dan perusahaan asing.
Selain itu, Jakarta juga menjadi tempat Presiden Indonesia berkantor (Istana Negara) dan ratusan Anggota Dewan berdebat membuat Undang-Undang (Senayan).
Baca Juga: Pemilihan Pimpinan PWI Jaya Periode 2024-2029: Kesit Budi Handoyo & Theo Memenangkan Suara Mayoritas
Seperti provinsi-provinsi lain di Indonesia, Jakarta dipimpin oleh seorang Gubernur dan Wakil Gubernur yang terpilih dari mekanisme politik pemilihan langsung.
Jakarta dibagi menjadi lima kota administratif, yakni, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, dan Kabupaten Kepulauan Seribu.
Jakarta memiliki luas sekitar 664,01 kilometer per segi dengan jumlah penduduk pada 2023 mencapai 11.240.000 jiwa.
Baca Juga: Surga Jajan Kuliner Kekinian di Jakarta Selatan, Tendean 41 Lokasi Nongkrong Favorit Anak Muda Jaksel
Pendek kata, Jakarta merupakan kota yang paling bergeliat di Indonesia dengan aktivitas penduduk yang selalu hidup sepanjang 24 jam dalam sehari.
Sebagai pusat bisnis, politik, dan kebudayaan Indonesia, Jakarta memiliki riwayat yang sangat panjang.
Edi Sedyawati dan kawan-kawan dalam buku Sejarah Kota Jakarta 1950 -1980 mengungkap Riwayat Jakarta sebagai tempat hunian manusia bahkan sudah dimulai sekitar 5000 tahun silam, tepatnya sejak zaman neolitikum atau zaman batu muda.
Baca Juga: Cek Daftar Harga Tiket Konser Sheila On 7 di Samarinda, Bakal Segera Dijual Simak Syarat dan Ketentuannya di Sini
Ini ditandai dengan hadirnya beliung batu yang diupam berdampingan dengan temuan benda-benda gerabah.
Beliung menunjukkan masyarakat Jakarta zaman prasejarah sudah mengenal teknik mengolah tanah, sementara gerabah menunjukkan mereka sudah mengenal hidup menetap.
Bukti Jakarta sudah berpenghuni sejak ribuan tahun lalu dapat dilihat dari ditemukannya enam situs kepurbakalaan prasejarah, yakni, Situs Pejaten, Kampungkramat, dan Condet-Balekambang yang terletak di daerah aliran sungai Ciliwung.
Baca Juga: Kecelakaan Maut Siswi SMA Tewas Terjatuh dari Motor saat Kondisi Hujan Lebat dan Jalanan Licin dan Minim Lampu Penerangan
Situs Bukit Sangkuriang dan Kelapadua yang terletak di sebelah selatan perbatasan Jakarta dengan Kabupaten Bogor, serta situs Buni yang terletak di daerah pantai utara Jakarta-Bekasi, tepatnya antara Kali Bekasi dan Kali Cilamaya.
Berdasarkan endapan sedimen aliran sungai atau kipas aluvial, daratan Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi terbentuk sekitar 5000 tahun silam.
Ini berarti, daratan Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi sudah terbentuk sejak 3000 tahun Sebelum Masehi.
Sementara, dari analisa karbon pada tulang yang ditemukan dari situs Pejaten terungkap berumur sekitar 1000 Sebelum Masehi dan 500 Masehi.
Baca Juga: Resep Sambal Bebek Madura Hitam, Dijamin Tak Kalah dengan Warung Pinggir Jalan
Dari penemuan alat-alat besi, benda-benda perunggu, serta fragmen cetakan dari tembikar untuk mencetak benda-benda logam menunjukkan tahap perkembangan kebudayaan perundagan pada masa prasejarah Jakarta .
Demikian juga pada situs Condet-Balekambang dan Buni yang juga mengindikasikan tahap perundagan.
Sementara, situs Kampungkramat memberi petunjuk perkembangan tahap perundagan pada masyarakat Jakarta prasejarah, tapi sebagian besar juga menunjukkan tahap kebudayaan yang lebih tua, yaitu bercocok taham.
Baca Juga: Mau Liburan Murah ke Jogja, Simak Daftar Kereta Jakarta-Yogyakarta Termurah dari Stasiun Pasar Senen
Adapun situs Bukit Sangkuriang dan situs Kelapadua menunjukkan tahap kebudayaan bercocok tanam.
Dari bukti-bukti yang ada menunjukkan Jakarta pada zaman prasejarah sudah menjadi rumah bagi masyarakat, sejak masa bercocok tanam yang diperkirakan berlangsung antara 3000 dan 1000 Sebelum Masehi.
Pada tahap kebudayaan ini, orang Jakarta prasejarah mulai membentuk masyarakat berdasarkan ikatan tempat tinggal.
Mereka mulai membentuk desa-desa dan kebudayaan petani hingga berkembang ke tahap kebudayaan perundagan yang ditandai oleh kemahiran mengerjakan logam.*
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs NEC Nijmegen di UEL, 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Beruntun
- 2Prediksi Skor Alaves vs Malaga di La Liga, 24 Oktober 2026: Misi Bangkit Tuan Rumah di Tengah Ancaman Zona Bawah
- 3Prediksi Skor Torino vs AC Monza di Serie A, 24 Oktober 2026: Mampukah Il Toro Lanjutkan Tren Positif?
- 4Prediksi Skor Olympiacos vs Sparta Praha di UEL, 23 Oktober 2026: Ujian Konsistensi Tuan Rumah di Georgios Karaiskakis
- 5Prediksi Skor Omonia vs Benfica di UEL, 23 Oktober 2026: Ujian Berat di Markas The Shamrock
- 6Prediksi Skor Ipswich Town vs Nottingham Forest di Premier League, 24 Oktober 2026: Tim Manakah yang Mampu Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Lyon di UEL, 23 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Hentikan Laju Les Gones?
- 8Prediksi Skor OFI Crete vs Bayer Leverkusen di UEL, 22 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Menghentikan Laju Die Werkself?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


