Jakarta

Waduh! Badai PHK Landa Industri Padat Karya, Tak Hanya Pabrik Sepatu Bata di Purwakarta, Paling Banyak di Jakarta, Ini Datanya

Sastra Yudha | 8 Mei 2024, 21:38 WIB
Waduh! Badai PHK Landa Industri Padat Karya, Tak Hanya Pabrik Sepatu Bata di Purwakarta, Paling Banyak di Jakarta, Ini Datanya

AKURAT JAKARTA - Tutupnya pabrik Sepatu Bata di Purwakarta, Jawa Barat, ternyata merupakan fenomena gunung es.

Penutupan pabrik sepatu legendaris itu menjadi sorotan publik, karena berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) ratusan karyawannya.

Berdasarkan data Dinas Nakertrans Jawa Barat, sebanyak 233 karyawan yang terkena PHK akibat penutupan pabrik sepatu Bata di Purwakarta.

Rupanya, PHK akibat penutupan pabrik sepatu Bata di Purwakarta ini hanya sebagian kecil dari kasus PHK massal yang terjadi di Indonesia.

Baca Juga: Jadwal Konser Sheila on 7 di Lima Kota, Harga Tiket dan 22 Lagu yang Balak Dibawakan Selama Tur

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, hingga Maret 2024, sudah puluhan ribu pekerja yang terkena PHK massal. Paling banyak terjadi di Jakarta.

Berikut jumlah pekerja yang terkena PHK di masing-masing provinsi, yang terjadi di tahun 2024 hingga Maret:

- DKI Jakarta 8.876 pekerja
- Jawa Tengah 8.648 pekerja
- Jawa Barat 2.650 pekerja
- Banten 941 pekerja

Ketua Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Disnakertrans Jawa Barat, Firman Desa, mengungkapkan bahwa kebanyakan karyawan yang terkena PHK berasal dari industri padat karya.

Menurutnya, sejumlah pabrik terpaksa tutup atau memindahkan usahanya, karena sudah mengalami kerugian yang cukup besar, sejak tahun 2023. 

Baca Juga: Gelar Nobar Gratis Indonesia Vs Guinea di Halaman Kantor Golkar Jakarta, Zaki Iskandar Optimis Garuda Muda Tembus Olimpiade Paris 2024

"Kalau pabrik-pabrik di sektor padat karya, memang sejak dari 2023 sudah banyak yang tutup atau relokasi usaha," katanya, Rabu (8/5/2024).

Ia menyebut kondisi ini tak lepas dari hantaman Pandemi COVID-19 pada 2020 lalu. Akibatnya sejumlah industri mulai melakukan efisiensi hingga mengurangi kegiatan usahanya.

"Jadi memang dampak pandemi juga. Banyak sekali industri padat karya yang sudah mulai melakukan efisiensi atau sudah mengurangi kegiatan usahanya," tuturnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.