Jakarta

Gunung Semeru Erupsi Setiap Hari Berpusat di Bagian Kawah dengan Jarak Lontaran Mencapai 100 hingga 200 Meter

Ainun Kusumaningrum | 18 Juli 2024, 13:41 WIB
Gunung Semeru Erupsi Setiap Hari Berpusat di Bagian Kawah dengan Jarak Lontaran Mencapai 100 hingga 200 Meter

AKURAT JAKARTA  - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, Gunung Semeru masih mengalami erupsi hingga saat ini.

Ketua Tim Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Heruningtyas mengatakan, Semeru memiliki karakteristik erupsi setiap hari.

‌"Erupsi biasanya terjadi tiap hari. Erupsi terjadi di area bagian puncak gunung," katanya, Kamis (18/7/2024).

Baca Juga: Sasaran Utama Operasi Patuh Jaya di Jakarta, Mulai Lawan Arah, Berkendara Main Handphone sampai Helm SNI

‌Ia menjelaskan, pusat erupsi Gunung Semeru berada di bagian kawah dengan jarak lontaran biasanya mencapai 100 hingga 200 meter.

Masyarakat sekitar pun diminta tetap menjaga kewaspadaannya. ‌"Potensi gugurannya masih terpantau ketika level 2 atau waspada," ujarnya.

‌Sisi lain, Heruningtyas menambahkan, PVMBG telah melakukan modernisasi peralatan sebanyak dua kali, di antaranya CCTV, dan GPS.

Baca Juga: Geram Karena Diolok-olok, Pengacara Razman Nasution Resmi Laporkan 4 Akun Netizen

Dari pemantauan peralatan, terekam aktivitas kegempaan, serta terjadinya inflasi (penggelembungan) di tubuh gunung api.

‌Dari hasil pemantauan tersebut diperoleh korelasi antara deformasi yang terjadi dengan aktivitas erupsi Gunung Semeru. Deformasi merupakan salah satu tanda aktivitas magma menuju permukaan.

Heruningtyas mengatakan, saat ini, aktivitas Gunung Semeru masih didominasi gempa permukaan.

Baca Juga: Geram Karena Diolok-olok, Pengacara Razman Nasution Resmi Laporkan 4 Akun Netizen

Hal ini mengindikasikan aktivitasnya didominasi oleh pengaruh magma aktif di kedalaman dangkal.

"Selanjutnya variasi kecepatan seismik menunjukkan nilai yang positif dengan simpangan yang cukup besar.

Ini diinterpretasikan bahwa tekanan atau stres di tubuh gunung masih relatif tinggi dan relatif dangkal,” ujarnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.