Jakarta

Dibuka Presiden Prabowo Secara Virtual, Gerakan Tanam Padi Serentak di Banten Dipusatkan di Desa Rancalabuh, Bupati Maesyal: 4 Bulan Lagi Kita Panen

Sastra Yudha | 24 April 2025, 07:14 WIB
Dibuka Presiden Prabowo Secara Virtual, Gerakan Tanam Padi Serentak di Banten Dipusatkan di Desa Rancalabuh, Bupati Maesyal: 4 Bulan Lagi Kita Panen

AKURAT JAKARTA - Gerakan Tanam Padi Serentak di 14 provinsi resmi dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto secara virtual pada Rabu (23/5/2025)

Secara nasional, Gerakan Tanam Padi Serentak 2025 ini dipusatkan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Sedangkan di Provinsi Banten, Gerakan Tanam Padi Serentak dipusatkan di Desa Rancalabuh, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang.

Acara ini dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, Kapolda Banten, Wakajati, Kapolres, Danramil dan pejabat daerah lainnya.

Baca Juga: Arsenal Tertahan Crystal Palace, Liverpool Hanya Butuh Satu Poin Lagi Untuk Juara Liga Inggris

Bupati Maesyal Rasyid mengatakan, penanaman padi serentak di Kabupaten Tangerang berjalan lancar dan didukung penuh oleh masyarakat.

“Hari ini, kegiatan tanam padi di Kecamatan Kemiri berjalan baik. Saya mendampingi Pak Gubernur, Pak Kapolda, Wakajati, Kapolres dan Danramil. Secara simbolis memulai tanam pagi dilanjutkan para petani," katanya.

Gerakan Tanam Padi Serentak ini merupakan program nasional sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan.

Bupati Maesyal berharap, dalam empat bulan ke depan para petani di Kabupaten Tangerang akan panen raya.

"Kami berharap empat bulan ke depan panennya berhasil,” kata Bupati Maesyal Rasyid.

Pria yang akrab disapa Rudi Maesyal ini mengungkapkan, rata-rata produktivitas gabah di wilayah Kabupaten Tangerang mencapai 7 ton per hektar.

Untuk mencapai hasil panen sesuai target, Pemkab Tangerang terus memastikan dukungan dan bantuan kepada para petani, seperti kelancaran distribusi pupuk, alat pertanian dan obat pengendali hama.

“Ini pencapaian yang sangat baik. Pemerintah daerah bersama Pemprov Banten terus memastikan distribusi pupuk, alat pertanian, dan pengendalian hama berjalan optimal,” tandasnya.

Baca Juga: Kapan Pelaksanaan Rekrutmen Personel Damkar Jakarta Dimulai? Begini Penjelasan dari Kepala Gulkarmat DKI

Pemerintah juga memastikan untuk terus bersinergi dan berkoordinasi dengan Bulog untuk penyerapan hasil panen para petani dengan harga yang kompetitif.

“Harga gabah sudah mencapai Rp 6.500 per kilogram. Ini tentu saja disambut positif para petani karena dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Sementara Gubernur Banten, Andra Soni, menyampaikan bahwa Provinsi Banten menargetkan luas tanam di wikayah Banten sekitar 38.000 hektare pada April 2025.

"Target produksi gabah tahun ini sebesar 2,8 juta ton, atau setara 1,8 juta ton beras. Ini kami dorong dengan intensifikasi lahan, modernisasi alat, serta perbaikan irigasi," jelasnya.

Gubernur Andra Soni menambahkan, optimalisasi lahan di wilayah selatan Banten menjadi salah satu kunci peningkatan produksi.

Secara virtual, Presiden Prabowo menyampaikan pentingnya transformasi teknologi dan efisiensi dalam sektor pertanian untuk meningkatkan produktivitas.

"Dulu menanam satu hektare padi butuh 25 hari. Sekarang berkat mekanisasi teknologi, 25 hektare bisa ditanam dalam sehari. Ini lompatan besar," ujarnya.

Baca Juga: BURUAN KLAIM! Masih Tersedia 5 Kode Redeem FF Terbaru Spesial Kamis, 24 April 2025

Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia kini memiliki peluang besar untuk memimpin revolusi hijau dunia.

Untuk itu, lanjut Presiden, ketahanan pangan sebagai salah satu merupakan pondasi utama stabilitas nasional harus terus ditingkatkan.

"Indonesia tak hanya mampu swasembada, tetapi juga menjadi lumbung pangan dunia. Kita bisa membantu negara-negara lain. Ini kebanggaan sekaligus tanggung jawab," tegasnya.

Presiden juga menekankan bahwa selama kita mampu memproduksi pangan, kita tidak perlu takut dengan fluktuasi ekonomi global. Yang penting sekarang adalah pemerataan kekayaan agar dirasakan seluruh rakyat. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.