Jakarta

Buka Pertemuan Tim Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir, Bupati Tangerang Beberkan Strategi Mempersiapkan Generasi Emas 2045

Sastra Yudha | 19 Juni 2025, 08:53 WIB
Buka Pertemuan Tim Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir, Bupati Tangerang Beberkan Strategi Mempersiapkan Generasi Emas 2045

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus berkomitmen menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Upaya ini diperkuat dengan adanya pertemuan Tim Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir di Kabupaten Tangerang.

Pertemuan tim ini dibuka langsung oleh Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, pada Rabu (18/6/2025).

Pertemuan ini menjadi wadah kolaborasi multi-pihak demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Baca Juga: Yuk Jelajahi Desa Wisata Pulau Untung Jawa, Surga Bahari di Pintu Gerbang Ibu Kota

Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, mengatakan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara berbagai pihak terkait dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tangerang.

"Karena kesehatan ibu dan bayi adalah fondasi utama dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas," katanya.

Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir ini, lanjutnya, sudah dicanangkan oleh Pemkab Tangerang sejak 16 Januari 2014 silam.

Dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 441/Kep.246-Huk/2022 tentang Pembentukan Tim Gerakan Penyelamatan Ibu Melahirkan dan Bayi Baru Lahir.

Gerakan ini dalam pelaksanaan tugasnya dibagi dalam tiga kelompok kerja utama, yaitu:

1. Kelompok kerja bidang peningkatan kualitas pelayanan kesehatan

2. Kelompok kerja bidang penguatan sistem rujukan dan akuntabilitas pelayanan

3. Kelompok kerja pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: Resmi Dirilis! Harga Tiket Konser NCT DREAM di Jakarta Mulai Rp 1.4 hingga 3.5 Juta, General Sale Dimulai 4 Juli 2025

Bupati Maesyal menyampaikan bahwa Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia pada tahun 2045.

Oleh karena itu, ia berharap setiap kelompok kerja dapat menjalankan tugasnya secara optimal untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi sesuai harapan.

Pemkab Tangerang, lanjutnya, telah melakukan langkah dan berbagai upaya, antara lain dengan melibatkan berbagai komponen dalam Tim Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir.

"Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan komitmen bersama untuk terus berperan aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi," ujar Bupati Maesyal.

Bupati juga mengapresiasi dedikasi seluruh jajaran perangkat daerah, tenaga kesehatan, dan mitra yang telah berkontribusi dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Tangerang.

"Mari kita terus jaga semangat kerjasama, gotong royong, dan kolaborasi antar berbagai komponen masyarakat di Kabupaten Tangerang untuk mewujudkan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang optimal," tambahnya.

Baca Juga: Ketua DPRD DKI Optimis APBD Jakarta Naik Jadi Rp100 Triliun untuk Dukung Proyek Giant Sea Wall

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Muchlis, menjelaskan bahwa acara pertemuan ini merupakan sarana monitoring dan evaluasi berkala, serta untuk merumuskan tindak lanjut atas temuan dan hambatan yang dihadapi di lapangan.

Selain itu, pertemuan ini juga membahas hasil rekomendasi audit maternal perinatal 2025 dan rencana tindak lanjut terkait program penyelamatan ibu dan bayi.

"Tujuan pertemuan ini, selain monitoring dan evaluasi, juga untuk penyampaian program tindak lanjut dari pertemuan Tim Gerakan Penyelamatan Bayi yang akan diselenggarakan pada Oktober 2024," ungkapnya.

Melalui pertemuan ini, Pemkab Tangerang semakin mempertegas komitmennya untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang optimal bagi ibu dan anak, dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

Baca Juga: Toyota Fortuner 2025 Tampil Lebih Sporty dan Agresif, Performa Meningkat Tajam!

Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir ini diharapkan dapat terus berjalan dengan lancar, serta memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan generasi penerus di Kabupaten Tangerang. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.