Pakar Sebut Pidato Prabowo di Sidang PBB Wujud Nyata Pancasila dalam Diplomasi Global

AKURAT JAKARTA - Pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 di New York, Amerika Serikat, dinilai sebagai cerminan nyata dari nilai-nilai Pancasila di panggung global.
Pidato Prabowo dianggap bukan sekadar pernyataan resmi, melainkan artikulasi jati diri bangsa yang relevan di tengah dinamika dunia.
Menurut Analis Indeks Data Nasional (IDN), Ayip Tayana, pidato tersebut merupakan momentum penting bagi diplomasi Indonesia, sebab pesan yang disampaikan Presiden Prabowo tidak lepas dari semangat lima sila Pancasila.
Baca Juga: DLH DKI Ungkap Pengoperasian RDF Rorotan Ditunda Jadi Pekan Depan, Ini Alasannya
Ayip menjelaskan, penegasan Prabowo mengenai kesetaraan semua bangsa dan pentingnya menjunjung martabat manusia mencerminkan Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa.
"Sila ini tidak hanya pada pengakuan terhadap keberadaan Tuhan, tetapi juga kesadaran bahwa setiap manusia, tanpa memandang latar belakang, memiliki nilai dan harga diri yang sama," ujar Ayip.
Dukungan eksplisit terhadap kemerdekaan Palestina dan penolakan terhadap segala bentuk penindasan, lanjut Ayip, merupakan perwujudan nyata dari Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
"Ini bukan hanya solidaritas politis, tetapi keberpihakan pada nilai universal bahwa keadilan dan kemanusiaan tidak mengenal batas negara," tambahnya.
Ayip juga menyoroti penekanan pada pentingnya solidaritas antar bangsa dalam menyelesaikan persoalan global, yang dianggap sebagai perluasan dari Sila Ketiga, Persatuan Indonesia.
"Indonesia tidak datang ke PBB sebagai suara satu kelompok, tetapi sebagai suara negara yang kokoh dalam keberagaman," kata Ayip.
Selain itu, kecaman terhadap logika "yang kuat menindas yang lemah" serta seruan untuk musyawarah adalah pengamalan Sila Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
"Dunia, dalam pandangan Indonesia, tidak boleh dikendalikan oleh segelintir kekuatan besar, melainkan oleh kebijaksanaan kolektif komunitas internasional," jelasnya.
Terakhir, seruan Prabowo untuk membangun tatanan global yang lebih adil dan merata merupakan perwujudan dari Sila Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
"Keadilan tidak boleh berhenti di dalam negeri, tetapi harus menjadi prinsip dunia," tutup Ayip. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 2Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 3Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 4Prediksi Skor RB Leipzig vs PSV Eindhoven di UCL, 14 Oktober 2026: Mampukah Die Roten Bullen Melanjutkan Pesta Gol?
- 5Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor RC Lens vs Sporting CP di UCL, 13 Oktober 2026: Rekor Kandang Les Sang et Or Diuji The Lions
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha di UCL, 13 Oktober 2026: Mampukah Rekor Kandang Tuan Rumah Menjadi Pembeda?
- 8Prediksi Skor Villarreal vs Napoli di UCL, 14 Oktober 2026: Mampukah El Submarino Amarillo Menghentikan Kebangkitan Partenopei?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



