Jakarta

Kemenag-Kemenbud Gelar Santri Film Festival, Angkat Isu Kebudayaan dan Kearifan Lokal

Ainun Kusumaningrum | 31 Oktober 2025, 18:17 WIB
Kemenag-Kemenbud Gelar Santri Film Festival, Angkat Isu Kebudayaan dan Kearifan Lokal

AKURAT  JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) berkolaborasi menyelenggarakan Santri Film Festival (SANFFEST) 2025.

Festival sinema berskala nasional ini mengusung tema “Santri Memandang Dunia Melalui Lensa Budaya,” bertujuan menjadi wadah kreasi bagi santri seluruh Indonesia.

Festival ini diharapkan dapat menggali nilai-nilai pesantren serta menghadirkan perspektif keislaman dan kebangsaan melalui karya film pendek.

Baca Juga: Tanggul Kemang Village Retak Sebabkan Banjir di Kemang, Gubernur Pramono Instruksikan Pihak Terkait untuk Segera Perbaiki

SANFFEST 2025 sekaligus menegaskan posisi pesantren sebagai pusat pendidikan keagamaan yang juga merupakan ruang kebudayaan yang dinamis.

Festival Director SANFFEST 2025, Fadhli Sapawie, menyatakan, gerakan sinema santri adalah bagian dari kebangkitan kebudayaan yang berlandaskan nilai Islam dan kearifan lokal.

“Kami ingin memastikan pesantren turut menjadi pelaku aktif dalam ekosistem perfilman nasional,” ujar Fadhli usai pertemuan di ruang rapat Direktur Pesantren Kemenag, Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Baca Juga: Luncurkan Channel Dongeng, Dirut Akuratco: Menanamkan Harapan dan Kebaikan Dalam Diri Anak-anak

Kolaborasi lintas kementerian ini menguatkan komitmen pemerintah dalam mensinergikan pendidikan keagamaan dengan pengembangan kebudayaan nasional.

Kemenag, melalui Direktorat Pesantren, berperan memfasilitasi jejaring santri dan mendorong munculnya sineas muda dari kalangan pesantren.

Direktur Pesantren Kemenag, Basnang Said, menyebut festival ini sebagai bukti bahwa pesantren kini semakin terbuka terhadap dunia kreatif tanpa mengikis ruh spiritualitas dan tradisi khasnya.

“Film adalah medium dakwah kultural yang sangat efektif di era digital. Melalui SANFFEST, santri belajar mengemas nilai-nilai Islam, kearifan lokal, dan pesan kemanusiaan universal dalam bahasa visual yang dapat diterima masyarakat luas,” kata Basnang.

SANFFEST 2025 akan diawali dengan Ta’aruf Film yang menghadirkan tokoh nasional seperti Habiburrahman El Shirazy, Deddy Mizwar, Asma Nadia, dan Ustadz Erick Yusuf.

Mereka akan memberikan pembekalan mengenai nilai-nilai syariat dalam seni perfilman serta praktik produksi film berbasis kearifan lokal.

Selain itu, akan diadakan workshop daring nasional sejak 25 Oktober hingga 9 November 2025, meliputi pelatihan penulisan skenario, penyutradaraan, sinematografi, hingga penyuntingan. Karya-karya peserta nantinya akan dikurasi oleh tim profesional.

Pendaftaran film resmi dibuka pada 10 November 2025 hingga 29 November 2025 melalui laman resmi festival. Puncak acara Awarding Night SANFFEST 2025 akan digelar pada 14 Desember 2025.

Basnang berharap event ini dapat menumbuhkan ekosistem perfilman santri yang berkelanjutan di berbagai daerah, sekaligus menempatkan santri sebagai aktor penting dalam percakapan kebudayaan nasional dan global.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.