Update Longsor Cisarua Bandung Barat, 38 Warga Meninggal Dunia, 43 Korban Masih dalam Pencarian

AKURAT JAKARTA — Operasi pencarian korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memasuki hari ketiga pada Senin (26/1/2026).
Tim SAR Gabungan melaporkan total korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi kini mencapai 38 orang, sementara puluhan warga lainnya dinyatakan masih hilang.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menjelaskan bahwa pada pencarian hari ketiga ini, petugas kembali menemukan 13 jenazah dari timbunan material longsor.
Baca Juga: 82 Warga Masih Tertimbun Longsor Lereng Gunung Burangrang Cisarua Bandung Barat
Jumlah tersebut menambah daftar korban jiwa yang pada hari sebelumnya tercatat sebanyak 25 orang.
"Hingga hari ketiga, total korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sebanyak 38 jiwa. Seluruh jenazah telah dievakuasi untuk proses identifikasi lebih lanjut," kata Ade Dian melalui keterangan tertulisnya, Senin (26/1) malam.
Upaya evakuasi di titik bencana Pasirlangu menghadapi tantangan berat. Tingginya timbunan tanah serta kondisi material yang masih basah dan labil menjadi kendala utama bagi petugas di lapangan.
Tim SAR harus ekstra waspada terhadap potensi longsor susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Guna mempercepat proses evakuasi, otoritas setempat telah mengerahkan alat berat untuk mengeruk material tanah yang menutup pemukiman.
Selain itu, petugas juga mengombinasikan metode pencarian manual dan teknologi untuk memetakan lokasi korban.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 43 warga dilaporkan masih tertimbun dan belum ditemukan. Tim SAR Gabungan berkomitmen untuk terus melanjutkan operasi kemanusiaan ini hingga seluruh korban berhasil dievakuasi.
"Pencarian saat ini difokuskan pada sektor Alpha dan Bravo. Kami memaksimalkan penggunaan alat berat, penyisiran manual, serta pemantauan udara menggunakan drone UAV untuk mendeteksi titik-titik yang dicurigai terdapat korban," pungkas Ade.
Bencana longsor ini menjadi pengingat bagi warga yang bermukim di daerah perbukitan Jawa Barat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam waktu lama. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 3Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 4Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 5Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 6Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di La Liga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Rekor Buruk?
- 7Prediksi Skor Paderborn vs Stuttgart di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Home Deluxe Arena
- 8Prediksi Skor Genoa vs Fiorentina di Serie A, 10 Oktober 2026: Mampukah Rossoblu Mengakhiri Tren Buruk di Kandang?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



