AKURAT.CO - Gen Z diajak menjadi agen utama penguatan moderasi beragama dan diminta waspada terhadap bahaya politisasi agama.
Hal itu diungkap Kepala Balitbang Diklat Kementerian Agama Suyitno dilansir dari situs resmi Kemenag.
Suyitno menyinggung tentang gejala serta bahaya ekstremisme dan intoleransi di berbagai segmen dan agama.
Baca Juga: Begini Cara Gen Z Memanfaatkan Instagram untuk Mendapatkan Cuan
Hal ini perlu menjadi perhatian dan keterlibatan Gen Z dalam mengantisipasinya.
“Bukan hanya di kalangan internal saja, bahkan generasi muda bisa speak up lintas negara seperti di India, Myanmar, dan Indonesia,” ujarnya.
Suyitno mencontohkan sejarah perang Salib yang terjadi hampir dua abad silam (akhir abad ke-11 hingga akhir abad ke-13).
Baca Juga: Ada Evaluasi, Caleg Golkar DKI Jakarta Diminta Jalankan Komitmen dan Dedikasi
Perang tersebut sering dikaitkan dengan penggunaan simbol-simbol agama.
Padahal, yang terjadi adalah perang berbagai kepentingan, mulai kepentingan politik, ekonomi, hingga status sosial. Agama dijadikan sebagi trigger, bahkan digunakan untuk upaya provokasi.
“Dalam kondisi ini, kita harus berhati-hati. Sebab, problem keagamaan yang mudah disulut, sangat potensial digunakan oleh pihak tertentu, terutama sebagai justifikasi isu politik, perdagangan, dan relasi kuasa,” tandasnya.
Baca Juga: Persija Jalin Kerjasama dengan Kuala Lumpur City FC untuk Tingkatkan Prestasi
Ditegaskan Suyitno, agama bukan pemicu intoleransi. Agama justru harus menjadi inspirasi bagi kebaikan dan kemaslahatan.
“Kalau agama dijadikan justifikasi kepentingan politik tertentu misalnya, akan sangat berbahaya,” ungkapnya.
Bersamaan itu, Suyitno mengajak Gen Z aktif dan menjadi agen penguatan moderasi beragama.
Apalagi, kebijakan penguatan moderasi beragama telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
“Semangat moderasi beragama gencar disosialisasikan ke berbagai kalangan, termasuk Gen Z. Harapannya dapat menciptakan kehidupan keagamaan yang lebih toleran, saling asih, asah, asuh, saling menghargai, dan melindungi,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Valencia di La Liga, 16 September 2026: Ujian Berat Tim Juru Kunci di Mendizorroza
- 2Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di La Liga, 15 September 2026: Mampukah El Submaniro Amarillo Bangkit dan Raih Kemenangan Perdana?
- 3Prediksi Skor West Ham vs Fulham di Carabao Cup, 16 September 2026: Mampukah The Hammers Lanjutkan Tren Positif?
- 4Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia, 15 September 2026: Mampukah Grifone Hentikan Tren Buruk?
- 5Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di La Liga, 16 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Krisis Pertahanan?
- 6Prediksi Skor Como vs Parma di Serie A, 14 September 2026: Mampukah Tim Asuhan Cesc Fabregas Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Leeds United vs Newcastle United di Premier League, 15 September 2026: Mampukah The Whites Hentikan Rekor The Magpies?
- 8Prediksi Skor Torino vs AS Roma di Serie A, 14 September 2026: Mampukah Toro Menghentikan Laju Giallorossi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



