Jakarta

Gen Z Diminta Waspada Politisasi Agama

Ainun Kusumaningrum | 6 September 2023, 11:36 WIB
Gen Z Diminta Waspada Politisasi Agama

AKURAT.CO - Gen Z diajak menjadi agen utama penguatan moderasi beragama dan diminta waspada terhadap bahaya politisasi agama.

Hal itu diungkap Kepala Balitbang Diklat Kementerian Agama Suyitno dilansir dari situs resmi Kemenag.

Suyitno menyinggung tentang gejala serta bahaya ekstremisme dan intoleransi di berbagai segmen dan agama.

Baca Juga: Begini Cara Gen Z Memanfaatkan Instagram untuk Mendapatkan Cuan

Hal ini perlu menjadi perhatian dan keterlibatan Gen Z dalam mengantisipasinya.

“Bukan hanya di kalangan internal saja, bahkan generasi muda bisa speak up lintas negara seperti di India, Myanmar, dan Indonesia,” ujarnya.

Suyitno mencontohkan sejarah perang Salib yang terjadi hampir dua abad silam (akhir abad ke-11 hingga akhir abad ke-13).

Baca Juga: Ada Evaluasi, Caleg Golkar DKI Jakarta Diminta Jalankan Komitmen dan Dedikasi

Perang tersebut sering dikaitkan dengan penggunaan simbol-simbol agama.

Padahal, yang terjadi adalah perang berbagai kepentingan, mulai kepentingan politik, ekonomi, hingga status sosial. Agama dijadikan sebagi trigger, bahkan digunakan untuk upaya provokasi.

“Dalam kondisi ini, kita harus berhati-hati. Sebab, problem keagamaan yang mudah disulut, sangat potensial digunakan oleh pihak tertentu, terutama sebagai justifikasi isu politik, perdagangan, dan relasi kuasa,” tandasnya.

Baca Juga: Persija Jalin Kerjasama dengan Kuala Lumpur City FC untuk Tingkatkan Prestasi

Ditegaskan Suyitno, agama bukan pemicu intoleransi. Agama justru harus menjadi inspirasi bagi kebaikan dan kemaslahatan.

“Kalau agama dijadikan justifikasi kepentingan politik tertentu misalnya, akan sangat berbahaya,” ungkapnya.

Bersamaan itu, Suyitno mengajak Gen Z aktif dan menjadi agen penguatan moderasi beragama.

Apalagi, kebijakan penguatan moderasi beragama telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

“Semangat moderasi beragama gencar disosialisasikan ke berbagai kalangan, termasuk Gen Z. Harapannya dapat menciptakan kehidupan keagamaan yang lebih toleran, saling asih, asah, asuh, saling menghargai, dan melindungi,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.