DLH DKI Ngeles IQAir Tidak Akurat, Walhi Sebut Respon Pemprov Soal Polusi Udara Tak Bijak

AKURAT.CO - Walhi DKI Jakarta menilai bahwa pemerintah sampai saat ini masih menyangkal buruknya kualitas udara Jakarta dan masih terjebak dalam perdebatan alat ukur.
Sebelumnya, pernyataan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, yang menyebut data situs pemantau indeks kualitas udara dunia yakni IQAir tidak akurat.
Juru Kampanye Walhi DKI Jakarta, Aminullah menyebut respon dari DLH tersebut paling tidak penting dan tidak bijak dalam pengendalian polusi udara.
Baca Juga: Tips Memilih Masker di Tengah Polusi Udara Jakarta
"Pemerintah seharusnya memahami data pemantauan kualitas udara bukan satu satunya acuan masyarakat," kata Aminullah dalam keterangannya, Senin (18/09).
Sebab, selain data dari alat ukur, kata Aminullah, masyarakat juga melihat secara langsung udara Jakarta yang terpapar polusi.
Dengan kata lain, pengetahuan masyarakat mengenai buruknya kualitas udara Jakarta didapat secara empiris meskipun tanpa bantuan alat ukur.
Baca Juga: Kurangi Polusi Udara, 30 Water Mist Generator Terpasang di 18 Gedung di Jaksel
Lebih lanjut Amir menuturkan, bukti nyata buruknya kualitas udara diunggah oleh masyarakat dan tokoh publik.
"Beberapa bukti buruknya kualitas udara Jakarta juga sempat diunggah tokoh tokoh publik dengan jutaan pengikut. Dari unggahan tersebut masyarakat kemudian beramai ramai merekam langit Jakarta dan membuktikan adanya polusi udara," tuturnya.
Aminullah menerangkan, di media sosial TikTok saja, sepanjang Agustus 2023, Walhi Jakarta mencatat lebih dari 50 akun telah mengunggah bukti adanya polusi udara.
Baca Juga: Fraksi PSI DPRD Usul Status Darurat Polusi Udara, Begini Jawaban Pemprov DKI
"Video video yang diambil dari jalan raya, gedung bertingkat, hingga dari dalam pesawat terbang tersebut dengan jelas menunjukkan langit Jakarta yang gelap akibat kabut polusi," terang Aminullah.
Dengan adanya bukti bukti empiris yang disampaikan masyarakat di media sosial tersebut, DLH DKI Jakarta seharusnya tidak lagi mendebat alat ukur.
Sebab, buruknya kualitas udara Jakarta sudah sangat jelas dapat dilihat langsung dengan mata.
Terlebih, masyarakat juga sudah mengunggah dampak kesehatan yang mereka rasakan akibat polusi udara.
Selain itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI juga menyebutkan adanya tren peningkatan penyakit ISPA seiring dengan peningkatan polusi udara Jakarta.
"Dengan begitu, upaya DLH DKI Jakarta mendebat alat ukur swasta tidaklah diperlukan. Kecuali DLH DKI Jakarta hendak membodohi masyarakat," ujar Aminullah.
Lebih lanjut, DLH DKI Jakarta harusnya malu dan berbenah diri karena tidak mampu memberikan informasi polusi udara secara lengkap dan transparan pada masyarakat.
Akibat ketidakmampuan DLH DKI tersebut, masyarakat harus mencari dan saling berbagi informasi mengenai polusi udara melalui sosial media dan pihak swasta.
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, yang menyebut data situs pemantau indeks kualitas udara dunia yakni IQAir tidak akurat.
Asep mengatakan demikian karena alat pemantau dari situs IQAir ditempatkan tidak sesuai dengan kajian, tidak sesuai kriteria, atau asal-asalan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







