Jakarta

Fraksi Golkar Setuju Penyesuaian Tarif Transportasi di Jakarta Berbasis Data

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 26 September 2023, 18:40 WIB
Fraksi Golkar Setuju Penyesuaian Tarif Transportasi di Jakarta Berbasis Data

AKURAT JAKARTA - Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta setuju dengan wacana penyesuaian tarif berdasarkan data, seperti status ekonomi dan kependudukan, pada tiket berbasis akun account based ticketing (ABT) untuk transportasi publik di Jakarta, seperti Transjakarta.

Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Taufik Azhar menilai, penyesuaian tarif tersebut diperlukan agar dapat meringankan public service obligation (PSO) atau subsidi untuk transportasi.

"Kalau saya dalam hal ini setuju-setuju aja. Karena tidak bisa mengandalkan PSO terus. PSO tidak mungkin dengan kebutuhan masyarakat di Jakarta. ," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (26/09).

Meski demikian, Taufik menuturkan bahwa penyesuaian tarif tersebut tentu perlu beragam pertimbangan dari berbagai aspek.

Baca Juga: Kabar Baik! Ditemukan 10 Titik Sumber Mata Air di Area Waduk Cipayung

"Penyesuaian itu penting, tapi dilihat juga dilihat juga dari sisi, orang bagaimana kalau ini (tarif) ditingkatkan dan disesuaikan," kata Taufik.

"Pertanyaannya, apakah  moda transportasi di Jakarta ini menurun atau lebih meningkat? Kita juga belum tahu," lanjutnya.

Wakil Komisi B DPRD DKI Jakarta ini mengaku baru mendengar terkait wacana ini dan hal ini juga belum dibahas di legislatif.

Namun, Taufik mengungkapkan wacana ini mungkin saja diterapkan terutama saat Jakarta menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ).

"Kita belum bahas, belum ada wacana itu. Wacananya juga belum tingkat di dewan. Saya aja baru denger wacana ini. Tapi ada kemungkinan kalau sudah DKJ, mungkin daerah ekonomi kita ini penyesuaian yang tadi," terang Taufik.

Baca Juga: Siswa SDN 06 Pesanggrahan Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Sekolah. Bunuh Diri atau Terpeleset? Begini Kata Polisi

"Nanti kita sudah jadi DKJ, artinya kita butuh perekonomian kita yang stabil dan kita butuh juga supaya moda transportasi ini lebih baik, polusi udaranya juga menghilang, itu yang kita harapkan," lanjutnya.

Lanjut Taufik, pihaknya pun akan mempertimbangkan wacana ini karena berkaitan dengan PSO sekaligus evaluasi bagi transportasi publik di Jakarta, khususnya Transjakarta.

"Kalau kita bicara PSO, memang kita ada pembahasan jangan cuman mengandalkan PSO. Artinya, Transjakarta juga harus meningkatkan dari sisi lain untuk ekonominya, supaya ini juga bisa menurunkan PSO," terangnya.

Baca Juga: Ini Agenda Acara di Pos Bloc Selama Sepekan, Ada Souljah di Tanggal 29

"Yang kedua mungkin akan dievaluasi karena selama dari tahun 2005 sampai saat ini, Transjakarta bus besar ini masih disubsidi Rp. 3.500,-. Maka kalau dalam hitungan itu jauh sekali," tambah Taufik.

"Itu (penyesuaian tarif) akan dipertimbangkan. Baru dipertimbangkan, belum tahap pembahasan," tegasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.