Fraksi Golkar Setuju Penyesuaian Tarif Transportasi di Jakarta Berbasis Data

AKURAT JAKARTA - Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta setuju dengan wacana penyesuaian tarif berdasarkan data, seperti status ekonomi dan kependudukan, pada tiket berbasis akun account based ticketing (ABT) untuk transportasi publik di Jakarta, seperti Transjakarta.
Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Taufik Azhar menilai, penyesuaian tarif tersebut diperlukan agar dapat meringankan public service obligation (PSO) atau subsidi untuk transportasi.
"Kalau saya dalam hal ini setuju-setuju aja. Karena tidak bisa mengandalkan PSO terus. PSO tidak mungkin dengan kebutuhan masyarakat di Jakarta. ," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (26/09).
Meski demikian, Taufik menuturkan bahwa penyesuaian tarif tersebut tentu perlu beragam pertimbangan dari berbagai aspek.
Baca Juga: Kabar Baik! Ditemukan 10 Titik Sumber Mata Air di Area Waduk Cipayung
"Penyesuaian itu penting, tapi dilihat juga dilihat juga dari sisi, orang bagaimana kalau ini (tarif) ditingkatkan dan disesuaikan," kata Taufik.
"Pertanyaannya, apakah moda transportasi di Jakarta ini menurun atau lebih meningkat? Kita juga belum tahu," lanjutnya.
Wakil Komisi B DPRD DKI Jakarta ini mengaku baru mendengar terkait wacana ini dan hal ini juga belum dibahas di legislatif.
Namun, Taufik mengungkapkan wacana ini mungkin saja diterapkan terutama saat Jakarta menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ).
"Kita belum bahas, belum ada wacana itu. Wacananya juga belum tingkat di dewan. Saya aja baru denger wacana ini. Tapi ada kemungkinan kalau sudah DKJ, mungkin daerah ekonomi kita ini penyesuaian yang tadi," terang Taufik.
"Nanti kita sudah jadi DKJ, artinya kita butuh perekonomian kita yang stabil dan kita butuh juga supaya moda transportasi ini lebih baik, polusi udaranya juga menghilang, itu yang kita harapkan," lanjutnya.
Lanjut Taufik, pihaknya pun akan mempertimbangkan wacana ini karena berkaitan dengan PSO sekaligus evaluasi bagi transportasi publik di Jakarta, khususnya Transjakarta.
"Kalau kita bicara PSO, memang kita ada pembahasan jangan cuman mengandalkan PSO. Artinya, Transjakarta juga harus meningkatkan dari sisi lain untuk ekonominya, supaya ini juga bisa menurunkan PSO," terangnya.
Baca Juga: Ini Agenda Acara di Pos Bloc Selama Sepekan, Ada Souljah di Tanggal 29
"Yang kedua mungkin akan dievaluasi karena selama dari tahun 2005 sampai saat ini, Transjakarta bus besar ini masih disubsidi Rp. 3.500,-. Maka kalau dalam hitungan itu jauh sekali," tambah Taufik.
"Itu (penyesuaian tarif) akan dipertimbangkan. Baru dipertimbangkan, belum tahap pembahasan," tegasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 2Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 3Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 5Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 8Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



