Sejarah Pemilu Pertama di Indonesia Tahun 1955: Proses dan Hasilnya

AKURAT JAKARTA - Indonesia pertama kali menggelar Pemilihan Umum (Pemilu) pada tahun 1955.
Saat itu, pemilu tahun 1955 digelar di era Presiden Soekarno berkuasa dan berada di bawah Kabinet Burhanuddin Harahap.
Pelaksanaan Pemilu tahun 1955 tersebut didasarkan pada Undang-undang No 7 Tahun 1953.
Pemilu tahun 1955 tersebut dilaksanakan untuk memilih anggota di parlemen dan Konstituante.
Baca Juga: Sejarah Pemilu Pertama Tahun 1955: Proses dan Latar Belakangnya
Proses Pemilu
Pemilu 1955 dilaksanakan pada tahun 1954. Saat itu dilakukan proses pra pemilu, yakni pendaftaran.
Pendaftaran tersebut dimulai sejak Mei 1954 hingga selesai pada November 1954.
Adapun jumlah warga yang memenuhi syarat pemilu sebanyak 43.104.464 jiwa.
Dari semua itu, hanya 87,65 persen atau 37.875.229 jiwa yang menggunakan hak suaranya.
Baca Juga: 1 Februari dalam Sejarah Indonesia, Peristiwa ini yang Terjadi dari Tahun ke Tahun
Ditambah saat itu, anggota TNI dan Polri masih diperbolehkan memberikan hak suaranya di Pemilu 1955.
Pemilu tahun 1955 terdapat dua gelombang, yakni:
1. Gelombang I
Pemilu untuk memilih anggota parlemen atau DPR ini diselenggarakan pada 29 September 1955 dan diikuti oleh 29 partai politik dan individu.
2. Gelombang II
Pemilu untuk memilih anggota Konstituante dilaksanakan pada 15 Desember 1955.
Baca Juga: Apa Saja yang Terjadi pada 1 Februari dalam Sejarah Dunia, Ini Dia!
Adapun biaya yang dikeluarkan untuk pemilu ini sebesar Rp 479 juta.
Angka tersebut untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan teknis, seperti kotak suara dan honor panitia penyelenggara.
Hasil Pemilu
Hasil Pemilu 1955 pada tahap I ini diikuti oleh 172 kontestan. Namun, hanya 28 yang berhasil memperoleh kursi.
terdapat 4 partai besar dengan perolehan suara terbanyak, yakni:
- Partai Nasional Indonesia (PNI): 22,3 persen
- Masyumi: 20,9 persen
- Nahdlatul Ulama: 18,4 persen
- Partai Komunis Indonesia (PKI): 15,4 persen.
Baca Juga: Pusaka Peninggalan Sejarah Prabu Siliwangi dan Silsilah Sunan Gunung Jati Cirebon
Selain itu, diangkat juga enam anggota parlemen untuk mewakili Tionghoa dan enam mewakili Eropa.
Total anggota DPR hasil Pemilu 1955 sebanyak 272 orang.
Sedangkan di tahap II. jumlah kursi anggota Konstituante sebanyak 520.
Akan tetapi, karena Irian Barat tidak bisa melaksanakan pemilu, maka kursi dikurangi 6 jadi 514.
Hasilnya adalah PIN, NU, dan PKI memiliki dukungan yang tinggi. Sementara Masyumi perolehan suaranya merosot.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AS Monaco vs RC Lens di Ligue 1, 19 September 2026: Mampukah Les Monegasques Pertahankan Tren Positif?
- 2Prediksi Skor Espanyol vs Elche di La Liga, 19 September 2026: Misi Los Pericos Bangkit di Kandang
- 3Prediksi Skor Monza vs Sassuolo di Serie A, 19 September 2026: Mampukah Biancorossi Hentikan Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Premier League, 19 September 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 5Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 6Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 7Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs Freiburg di Bundesliga, 19 September 2026: Ujian Berat bagi Tuan Rumah
- 8Prediksi Skor Osasuna vs Rayo Vallecano di La Liga, 19 September 2026: Duel Dua Tim dengan Tujuh Poin di El Sadar
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






