Jakarta

Satgas Pangan Polri Sebut Harga Beras Sudah Mulai Turun, Waspadai Kenaikan Harga Telur Jelang Puasa Ramadhan hingga Idul Fitri

Fadhil Dhuha Rizqullah | 28 Februari 2024, 20:28 WIB
Satgas Pangan Polri Sebut Harga Beras Sudah Mulai Turun, Waspadai Kenaikan Harga Telur Jelang Puasa Ramadhan hingga Idul Fitri


AKURAT JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri mengungkapkan bahwa harga beras di pasaran saat ini sudah mulai mengalami penurunan, meskipun tidak signifikan.

"Sudah terjadi penurunan. Seperti di PIBC untuk rata-rata harga beras premium hari ini Rp 15.100 dibandingkan harga kemarin Rp15.169," kata Kasatgas Pangan Polri, Brigjen Pol Whisnu Hermawan,  Rabu (28/2/2024).

Meskipun penurunan harganya tidak signifikan, Whisnu  berharap hal ini menjadi sinyal baik bagi masyarakat.

Baca Juga: Sudah Terima Mandat dari Ketum untuk Pilgub DKI Jakarta, Bang Zaki: Selebihnya Saya Serahkan kepada DPP Partai Golkar

Lebih lanjut, Whisnu menegaskan, pentingnya akselerasi dalam pendistribusian beras yang saat ini dilakukan oleh pemerintah untuk segera memulihkan harga beras secara keseluruhan.

Selain itu, Satgas Pangan Polri juga mengantisipasi lonjakan harga telur menjelang bulan suci Ramadhan hingga Idul Fitri.

"Kami terus memonitor program SPHP jagung yang saat ini sudah berjalan, yaitu pendistribusian jagung yang menjadi komponen pokok pakan dengan sasaran peternak mandiri di wilayah sentra produsen," ucapnya.

Whisnu juga mengungkapkan harapannya bahwa upaya tersebut dapat membantu peternak mandiri mendapatkan jagung dengan harga Rp 5.500, sehingga dapat menekan biaya produksi telur.

Baca Juga: Warga Tangsel Merapat! Ada Konser Musik Jazz Gratis di Pamulang pada Akhir Pekan Ini, Cek Lokasinya di Sini

"Hal ini sangat membantu peternak layer hingga musim panen jagung yang diperkirakan di bulan Maret-April," tambahnya. (*)



Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.