Mengenal Sejarah Idul Fitri, Hari Raya yang Paling Dinantikan Umat Islam di Seluruh Dunia

AKURAT JAKARTA - Dalam sejarahnya, Idul Fitri atau lebaran merupakan hari yang paling dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia.
Hari Raya Idul Fitri sendiri jadi momen kemenangan bagi umat Islam di seluruh dunia setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Biasanya, Hari Raya Idul Fitri dirayakan dengan saling bermaaf-maafan dan berkunjung ke keluarga.
Lalu bagaimana sejarah Hari Raya Idul Fitri hingga kini selalu dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia?
Baca Juga: Pernah Ganti Nama Sebanyak 13 Kali, Berikut Ini Sejarah Kota Jakarta
Sejarah Idul Fitri
Dilansir dari jatim.nu.or.id, Imam Ibnu Katsir menjelaskan jika perayaan Idul Fitri pertama kali dilakukan pada era Nabi Muhammad SAW.
Saat itu, Nabi Muhammad SAW merayakan hari raya pertamanya setelah lelah pasca perang Badar.
Dalam perang Badar, Umat Islam berhasil menang setelah mengandaskan perlawanan pasukan Quraisy.
Momen Idul Fitri tersebut sekaligus perayaan perjuangan Nabi Muhammad SAW bersama para sahabatnya ketika meraih kemenangan.
Baca Juga: Sejarah Ngabuburit yang Berkembang Menjadi Tradisi di Bulan Ramadhan
Ada juga pendapat yang menjelaskan jika sejarah Idul Fitri tak lepas dari peristiwa hari raya kaum Arab di masa Jahiliyah.
Saat itu, masyarakat Arab memiliki dua hari raya yang tak lepas dari tradisi Jahiliyah, yakni Nairuz dan Marjaan.
Tak ingin menyamakan dengan tradisi Jahiliyah, Nabi Muhammad SAW menggantinya dengan dua perayaan yang lebih baik, yakni Idul Fitri dan Idul Adha.
Baca Juga: Hari Ini, 28 Maret jadi Sejarah Berakhirnya Perang Jawa Usai Pangeran Diponegoro Ditangkap Belanda
Hal itu didasarkan pada hadis yang diriwayatkan Abu Dawud dan An-Nasa'i.
Berikut adalah isinya:
"Dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda: Kaum jahiliyah dalam setiap tahunnya memiliki dua hari yang digunakan untuk bermain. Ketika Nabi Muhammad datang ke Madinah, Rasulullah bersabda: Kalian memiliki dua hari yang biasa digunakan bermain, sesungguhnya Allah telah mengganti dua hari itu dengan hari yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano di La Liga, 20 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Memutus Rekor Buruk?
- 2Prediksi Skor Fenerbahce vs Slavia Praha di UCL, 20 Oktober 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Istanbul
- 3Prediksi Skor Sabah FK vs Borussia Dortmund di UCL, 20 Oktober 2026: Mampukah The Owls Memperpanjang Tren Buruk Die Borussen?
- 4Prediksi Skor AC Monza vs Cagliari di Serie A, 19 Oktober 2026: Tuan Rumah Terancam oleh Ketangguhan Rossoblu
- 5Prediksi Skor Parma vs Torino di Serie A, 20 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Tuan Rumah di Tengah Ancaman Granata
- 6Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City di Premier League, 20 Oktober 2026: Mampukah Spurs Akhiri Paceklik Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Lille vs Galatasaray di UCL, 21 Oktober 2026: Duel Dua Tim Tanpa Poin di Pierre Mauroy
- 8Prediksi Skor Club Brugge vs RC Lens di UCL, 22 Oktober 2026: Ujian Konsistensi Usai Kejutan di San Siro
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






