Jakarta

Mengenal Sejarah Idul Fitri, Hari Raya yang Paling Dinantikan Umat Islam di Seluruh Dunia

aditia | 9 April 2024, 09:05 WIB
Mengenal Sejarah Idul Fitri, Hari Raya yang Paling Dinantikan Umat Islam di Seluruh Dunia

AKURAT JAKARTA - Dalam sejarahnya, Idul Fitri atau lebaran merupakan hari yang paling dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia.

Hari Raya Idul Fitri sendiri jadi momen kemenangan bagi umat Islam di seluruh dunia setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Biasanya, Hari Raya Idul Fitri dirayakan dengan saling bermaaf-maafan dan berkunjung ke keluarga.

Lalu bagaimana sejarah Hari Raya Idul Fitri hingga kini selalu dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia?

Baca Juga: Pernah Ganti Nama Sebanyak 13 Kali, Berikut Ini Sejarah Kota Jakarta

Sejarah Idul Fitri

Dilansir dari jatim.nu.or.id, Imam Ibnu Katsir menjelaskan jika perayaan Idul Fitri pertama kali dilakukan pada era Nabi Muhammad SAW.

Saat itu, Nabi Muhammad SAW merayakan hari raya pertamanya setelah lelah pasca perang Badar.

Dalam perang Badar, Umat Islam berhasil menang setelah mengandaskan perlawanan pasukan Quraisy.

Momen Idul Fitri tersebut sekaligus perayaan perjuangan Nabi Muhammad SAW bersama para sahabatnya ketika meraih kemenangan.

Baca Juga: Sejarah Ngabuburit yang Berkembang Menjadi Tradisi di Bulan Ramadhan

Ada juga pendapat yang menjelaskan jika sejarah Idul Fitri tak lepas dari peristiwa hari raya kaum Arab di masa Jahiliyah.

Saat itu, masyarakat Arab memiliki dua hari raya yang tak lepas dari tradisi Jahiliyah, yakni Nairuz dan Marjaan.

Tak ingin menyamakan dengan tradisi Jahiliyah, Nabi Muhammad SAW menggantinya dengan dua perayaan yang lebih baik, yakni Idul Fitri dan Idul Adha.

Baca Juga: Hari Ini, 28 Maret jadi Sejarah Berakhirnya Perang Jawa Usai Pangeran Diponegoro Ditangkap Belanda

Hal itu didasarkan pada hadis yang diriwayatkan Abu Dawud dan An-Nasa'i.

Berikut adalah isinya:

"Dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda: Kaum jahiliyah dalam setiap tahunnya memiliki dua hari yang digunakan untuk bermain. Ketika Nabi Muhammad datang ke Madinah, Rasulullah bersabda: Kalian memiliki dua hari yang biasa digunakan bermain, sesungguhnya Allah telah mengganti dua hari itu dengan hari yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha."

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.