Sungai Ciliwung Meluap, 4 RT di Jakarta Timur Siang Ini Masih Terendam Banjir

AKURAT JAKARTA - Sebanyak empat rukun tetangga (RT) di Jakarta Timur terendam banjir pada Selasa siang pukul 13.00 WIB ini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat banjir sudah turun dari semula enam lokasi.
"Kini menjadi empat RT atau 0,013 persen dari 30.772 RT yang ada di wilayah DKI Jakarta," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji kepada wartawan di Jakarta.
Baca Juga: TELADAN! Berkat Memanfaatkan KUR BRI, Peternak Kambing Ini Sukses Kembangkan Usaha, Banjir Pembeli dari Berbagai Daerah Saat Idul Adha 2024
Isnawa mengatakan empat RT itu terletak di Kampung Melayu, Jakarta Timur dengan ketinggian 40 centimeter (cm) disebabkan luapan Kali Ciliwung.
"Wilayah yang sudah surut sudah bisa dilewati pemakai jalan yang mencakup kawasan Kelurahan Bidara Cina, Cawang, dan Cililitan," kata Isnawa.
Hujan yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Senin (1/7) menyebabkan kenaikan debit air sungai Ciliwung.
Sehingga menyebabkan terjadinya genangan di wilayah DKI Jakarta.
Baca Juga: Waduh, 2 Anggota DPR RI dan Puluhan Karyawan Parlemen Diduga Terlibat Judi Online
Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengenalkan enam inovasi pengendali banjir yang di tempatkan pada lokasi-lokasi langganan banjir setiap kali hujan deras.
Beragam inovasi tersebut mulai dari pembangunan infrastruktur pengendali banjir di berbagai wilayah Jakarta, hingga optimalisasi dan pemeliharaan sarana prasarana pengendali banjir.
Enam inovasi pengendalian banjir tersebut, antara lain pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti waduk atau embung, penguatan tanggul kali, pembangunan sistem pompa (polder), menyiagakan dan pengecekan berkala rumah pompa, pintu air, hingga alat berat, menyiagakan satuan tugas (satgas) di lapangan, dan peningkatan kapasitas drainase kawasan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum mengatakan pihaknya juga membangun lima sistem polder atau pompa, dua pompa stasioner sedang direvitalisasi.
Sebanyak 580 unit pompa stasioner tersebar di 202 lokasi, dan 557 unit pompa bergerak yang tersebar di lima wilayah administrasi Jakarta.
Kemudian, 845 unit pintu air di 589 lokasi, 254 unit alat berat, 460 unit truk pengangkut, dan menyiagakan 4.013 personel pasukan pengendalian banjir dan pengelolaan pesisir pantai. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano di La Liga, 20 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Memutus Rekor Buruk?
- 2Prediksi Skor Fenerbahce vs Slavia Praha di UCL, 20 Oktober 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Istanbul
- 3Prediksi Skor Sabah FK vs Borussia Dortmund di UCL, 20 Oktober 2026: Mampukah The Owls Memperpanjang Tren Buruk Die Borussen?
- 4Prediksi Skor AC Monza vs Cagliari di Serie A, 19 Oktober 2026: Tuan Rumah Terancam oleh Ketangguhan Rossoblu
- 5Prediksi Skor Parma vs Torino di Serie A, 20 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Tuan Rumah di Tengah Ancaman Granata
- 6Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City di Premier League, 20 Oktober 2026: Mampukah Spurs Akhiri Paceklik Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Lille vs Galatasaray di UCL, 21 Oktober 2026: Duel Dua Tim Tanpa Poin di Pierre Mauroy
- 8Prediksi Skor Club Brugge vs RC Lens di UCL, 22 Oktober 2026: Ujian Konsistensi Usai Kejutan di San Siro
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

