Jakarta

Ombudsman RI Temukan Pemalsuan Domisili Peserta PPDB 2024, Heru Budi: Kalau Pindah Domisili Boleh, Kalau Pemalsuan Lain Urusannya

Yasmina Nuha | 5 Juli 2024, 20:18 WIB
Ombudsman RI Temukan Pemalsuan Domisili Peserta PPDB 2024, Heru Budi: Kalau Pindah Domisili Boleh, Kalau Pemalsuan Lain Urusannya

AKURAT JAKARTA - Ombudsman RI menemukan kecurangan dalam penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024, salah satunya terkait pemalsuan domisili.

Terkait hal itu, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, mengatakan bahwa modus pemalsuan domisili tersebut belum ditemukan di PPDB Jakarta tahun ini.

"Itu kan dari KTP-nya ya, di Jakarta mudah-mudahan tidak ada. Kalau pemalsuan itu silakan ranah lain kan," kata Heru di Balai Rakyat Pesanggrahan, Bintaro, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2024).

Baca Juga: Warga Jakarta Mengeluh: Sudah Bulan Juli Kok KJP Plus Tahap I Gelombang 2 Belum Cair ya? Begini Penjelasan Pj Gubernur Heru Budi

Lebih lanjut, Heru beranggapan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta lebih memprioritaskan terkait memfasilitasi para peserta PPDB yang pindah domisili secara sah.

"Tapi yang terpenting adalah Pemda DKI bisa memfasilitas semuanya. Misalnya perpindahan anak, orangtuanya di Bekasi, anaknya dititipin ke saudaranya, secara aturan itu sah saja," kata Heru.

Ia pun mengatakan bahwa perpindahan domisili tersebut sebetulnya tidak bermasalah. Namun hal ini berdampak ke keterbatasan bangku sekolah di Jakarta.

"Dari hal kependudukan tidak ada masalah. Tapi dari hal penyediaan sekolah, kalau seperti itu, banyak kan jadi masalah di Jakarta," kata Heru.

Lebih lanjut, Heru juga beranggapan bahwa para peserta didik yang pindah domisili ke Jakarta diakibatkan kualitas sekolah di Jakarta lebih baik dibandingkan dengan di daerahnya.

Baca Juga: Warga Depok Merapat! Mari Rayakan Tahun Baru Islam dengan Mengunjungi International Hijriah Food Festival di Plaza Masjid At-Thohir, Mulai Besok

"Kenapa dia mau sekolah di Jakarta, karena kualitas di luar Jakarta menurut mereka yang pindah ke Jakarta nitip anak-anaknya itu ya ingin mendapatkan kualitas yang baik," katanya.

Ia pun menyarankan agar para pemerintah daerah, terutama di sekitar wilayah Jakarta, dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan membangun sekolah yang lebih bagus.

"Maka sebenarnya gampang saja. Bekasi misalnya 5-6 SD yang bagus, SMP dan SMA bangun kualitas bagus. Tangerang gitu, cukup. Mungkin tahun 2025 masing-masing 5 sekolah, tahun 2026 bangun lagi bisa," katanya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.