Jakarta

Heboh Kontes Waria atau Transgender di Hotel di Sawah Besar Jakarta Pusat, Begini Kata Pj Gubernur Heru Budi dan Wali Kota Jakpus

Yasmina Nuha | 8 Agustus 2024, 19:05 WIB
Heboh Kontes Waria atau Transgender di Hotel di Sawah Besar Jakarta Pusat, Begini Kata Pj Gubernur Heru Budi dan Wali Kota Jakpus

AKURAT JAKARTA - Belakangan ramai diperbincangkan publik sebuah video yang viral di media sosial, yang memperlihatkan kontes kecantikan waria atau transgender di Jakarta.

Kontes waria tersebut diduga digelar di sebuah hotel di kawasan Sawah besar, Jakarta Pusat, pada Minggu (4/8/2024).

Video yang menimbulkan kontroversial tersebut diunggah oleh akun Instagram @terang_media. Netizen pun ramai-ramai memberikan komentar.

“Seorang peserta bertubuh gempal, mengenakan selempang bertuliskan Aceh dinobatkan sebagai pemenang. Dalam video itu terlihat juga pihak penyelenggara kemudian (memberikan) mahkota kepada pemenang disusul riuh penonton dan rasa haru oleh si pemenang,” tulis caption akun tersebut, Selasa (6/8/2024).

Baca Juga: Veddriq Leonardo Menang! Bawa Emas Pertama Untuk Indonesia

Menanggapi hal tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, enggan berkomentar banyak. Karena acara terebut tidak izin Pemprov DKI.

"Saya enggak komentar, karena tidak ada izin dari pemerintah," kata Heru di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2024).

Saat ditanya apakah akan melaporkan kontes tersebut ke pihak berwajib, Heru juga enggan berkomentar.

"Saya enggak komentar itu, saya enggak ngerti. Pemda DKI enggak ada kaitannya," katanya.

Sementara Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma, mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penyelidikan bersama Polres Jakarta Pusat.

"Dan Insya'allah nanti kita akan satukan persepsi dengan jajaran pariwisata, Satpol PP, dan juga Polres gitu ya. Supaya hal-hal semacam ini tidak terulang kembali," ujar Dhany di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2024).

Baca Juga: Gagal Menang di Olimpiade Paris Karena Itunya Nyangkut, Atlet Galah Asal Prancis Malah Ditawari Main Film Dewasa

Ia juga mengatakan, secara perizinan memang tidak ada izin dari pemerintah setempat untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut.

"Sehingga baru ramai setelah ramai di medsos, kemudian ditelusuri oleh Polres, nah setelah ditelusuri di Polres memang tidak ada unsur kriminalnya," katanya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.