Jakarta

Setelah Hari Ini Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis di SMP, Pemprov DKI Agendakan untuk Tingkat SMA pada Pekan Depan

Yasmina Nuha | 9 September 2024, 17:07 WIB
Setelah Hari Ini Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis di SMP, Pemprov DKI Agendakan untuk Tingkat SMA pada Pekan Depan

AKURAT JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengunjungi uji coba program makan bergizi gratis (MBG) kelima di dua sekolah di Manggarai, Jakarta Selatan, pada Senin (9/9/2024).

Kali ini Pemprov DKI Jakarta melakukan uji coba pertama di tingkat SMP yaitu di SMPN 03 Manggarai. Selain itu, mereka juga uji coba kembali di tingkat SD yaitu di SDN 01 Manggarai.

Usai meninjau, Heru mengatakan bahwa pihaknya membagikan 1.500 paket dengan 500 paket untuk SD dan 1.000 paket untuk SMP.

Baca Juga: Tangis Keluarga Pecah saat Detik-Detik Jenazah Puput Novel Dimasukan ke Liang Lahad

"Total makanan yang disediakan sebanyak 1.500 paket yang disediakan oleh dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI, yaitu PT Bank DKI dan Perumda Dharma Jaya," kata Heru.

Ia menjelaskan, menu pertama untuk SD yaitu nasi uduk komplit dengan semur, telor, orek tempe, buah pisang, dan air mineral yang disediakan PT Bank DKI

"Menu kedua (untuk SMP) adalah nasi putih, beef teriyaki, salad sayur, buah, dan air mineral yang disediakan oleh Perumda Dharma Jaya," ujarnya.

Ia menjelaskan, kandungan kalori kedua jenis menu tersebut berkisar 450-500 kilokalori (kkal) seharga Rp 20.000 dan Rp 25.000 per paket.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kontribusi Perumda Dharma Jaya dan Bank DKI untuk penyediaan menu MBG hari ini. Semoga akan makin banyak lagi para siswa yang dapat menikmati program ini,” katanya.

Baca Juga: 450 Korban Kebakaran Manggarai Mengungsi di Rusun Pasar Rumput, Heru Budi: Kami Beri Waktu Sampai 3 Bulan

Heru mengatakan, pihaknya sudah satu bulan penuh melaksanakan uji coba makan gratis khusus SD dan SMP.

Memang rata-rata siswa suka dengan menunya dan menghabiskan makanannya.

Namun, menurutnya, perlu dilakukan penyesuaian porsi dan jenis makanan sesuai jenjang sekolah, yakni Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Siswa Menengah Pertama (SMP).

"Tetapi yang menjadi perhatian kami adalah siswa kelas 1 dan 2 SD, juga TK, harus dicarikan menu yang disukai mereka," katanya.

"Makanannya harus habis. Karena kalau tidak habis, asupan kalori gizi yang tersedia di makanan percuma juga,” terangnya.

Karena itu, Pemprov DKI bersama Perumda Dharma Jaya sedang mencari pola yang tepat untuk pelaksanaan uji coba MBG ini.

Terutama, untuk pelaksanaan uji coba MGB di Sekolah Menengah Atas (SMA) pekan depan serta seluruh SD di Jakarta serentak.

Baca Juga: Kemenag Bantah Tudingan Pansus Haji DPR, Tidak Ada Jemaah Reguler Nol Tahun Berangkat, Soal Haji Khusus Ini Penjelasannya

"Minggu depan mau uji coba SMA. Tempatnya masih akan dibahas oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Budi Awaludin dan Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Suharini Eliawati," katanya.

“Kita sedang mencari pola, kalau nanti ini dilaksanakan serentak se-Jakarta khusus SD dulu. Polanya bagaimana, sehingga makanan sampai di tempat tetap terjaga kalori gizinya,” tandasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.