Tak Hanya Sekolah Swasta Gratis, Anggota DPRD DKI dari Golkar Ramly Muhamad Minta Disdik Juga Fokus Soal Kelulusan Murid

AKURAT JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Golkar, Ramly HI Muhamad meminta agar Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta tak hanya fokus terhadap program Sekolah Swasta Gratis, melainkan soal kelulusan muridnya.
Ramly mengatakan, dirinya mempertanyakan kinerja Disdik soal pendataan setiap murid di Jakarta yang lulus dalam sekolahnya tiap tahunnya.
"Yang terbentur masalah adalah, bukan soal bayarannya saja, tapi setiap tahun, sudahkah Disdik mencatat murid SD itu ada berapa yang lulus? Ruang kelas di SMP itu ada berapa?," ujar Ramly kepada Akurat Jakarta, Kamis (23/1/2025).
Dengan pendataan tersebut, kata Ramly, Disdik pun seharusnya mampu mengetahui seberapa banyak siswa yang lulus maupun tidak.
"Jadi tahu anak didik dari SD ke SMP, SMP ke SMA. Jadi baru kita bisa hitung. Nah sekarang mereka sendiri belum pernah hitung tuh. Mereka belum pernah hitung tuh," tuturnya.
Ia juga mengatakan, dengan kurangnya pendataan tersebut, membuat banyak orang tua murid yang membawa meteran untuk mengukur rumahnya dari sekolah saat pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) Jalur Zonasi.
Hal ini disebabkan karna kurangnya ruang kelas yang memadai di sekolah tersebut, sehingga anak dari orang tua murid itu tidak mendapatkan kursi di sekolah yang dituju.
"Jadi setiap tahun kalau naik-naik kelas, wajar kalau orang tua murid bawa meteran ukur rumahnya dengan sekolah," ujarnya.
"Wajar kenapa? Karena tidak dapat ruang kelas. Jadi yang sebenarnya adalah, bukan hanya bayar atau gratis, tapi ruang kelasnya tidak ada," imbuhnya.
Ia berharap, ke depannya tidak ada lagi ketidak seimbangan kelulusan di semua jenjang sekolah melalui penambahan ruang kelas yang harus disiapkan.
"Tidak berimbang dengan siswa yang dari SD masuk SMP, SMP masuk SMA. Jadi dua-dua ini selain uang, juga ruangnya juga kita harus siapkan," tuturnya.
Soal sekolah swasta gratis, ia meminta agar Disdik DKI Jakarta untuk segera merampungkan berbagai persoalannya.
Ramly mengatakan, pihak Disdik DKI Jakarta harus segera melakukan koordinasi dan mendata sekolah swasta yang bisa diajak kerja sama dalam program ini.
"Jadi sampai sekarang itu kan dari Disdik itu belum juga melakukan koordinasi dengan sekolah-sekolah swasta yang diajak kerja sama. Artinya masih abu-abu," tukasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano di La Liga, 20 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Memutus Rekor Buruk?
- 2Prediksi Skor Fenerbahce vs Slavia Praha di UCL, 20 Oktober 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Istanbul
- 3Prediksi Skor Sabah FK vs Borussia Dortmund di UCL, 20 Oktober 2026: Mampukah The Owls Memperpanjang Tren Buruk Die Borussen?
- 4Prediksi Skor AC Monza vs Cagliari di Serie A, 19 Oktober 2026: Tuan Rumah Terancam oleh Ketangguhan Rossoblu
- 5Prediksi Skor Parma vs Torino di Serie A, 20 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Tuan Rumah di Tengah Ancaman Granata
- 6Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City di Premier League, 20 Oktober 2026: Mampukah Spurs Akhiri Paceklik Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Lille vs Galatasaray di UCL, 21 Oktober 2026: Duel Dua Tim Tanpa Poin di Pierre Mauroy
- 8Prediksi Skor Club Brugge vs RC Lens di UCL, 22 Oktober 2026: Ujian Konsistensi Usai Kejutan di San Siro
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






