Jakarta

Dinas SDA DKI Dianggap Lelet dalam Tangani Banjir di Jakarta, Pengamat: Copot Saja Kepala Dinasnya!

Yasmina Nuha | 30 Januari 2025, 14:49 WIB
Dinas SDA DKI Dianggap Lelet dalam Tangani Banjir di Jakarta, Pengamat: Copot Saja Kepala Dinasnya!

AKURAT JAKARTA - Pengamat Kebijakan Publik, Sugiyanto Emik, menilai Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta tidak gerak cepat (gercep) dalam menangani banjir di Jakarta.

Hingga hari ini, Kamis (30/1/2025), sejumlah ruas jalan dan wilayah di Jakarta masih tergenang banjir, akibat curah hujan ekstrem sejak Selasa (28/1/2025)

Sugiyanto beranggapan, seharusnya Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas SDA, Ika Agustin Ningrum tidak hanya menunggu perintah untuk menangani banjir ini.

Baca Juga: Prediksi Skor Real Sociedad vs PAOK 31 Januari 2025 Dini Hari: Mampukah Txuri-Urdin Bertahan di Liga Europa?

"Sebagai pejabat yang bertanggung jawab, ia seharusnya bisa memprediksi potensi banjir dan mengambil langkah-langkah preventif jauh sebelum bencana ini terjadi," ujar Sugiyanto dalam keterangannya, Kamis (30/1/2025).

Ia pun menyayangkan bahwa Ika telah merusak citra Penjabat (Pj) Gubernur Teguh Setyabudi di akhir masa jabatannya, karena kurangnya persiapan yang matang.

"Dengan persiapan yang matang — seperti pengerukan lumpur, perbaikan pompa air, dan normalisasi sungai atau kali di Jakarta — banjir besar ini sebenarnya bisa dihindari," ujarnya.

Menurutnya, dengan kegagalan dalam antisipasi, kini Pj Teguh Setyabudi tak punya pilihan lain selain mencopot jabatan PLT Kadis SDA Ika Agustin.

"Jika tidak, publik akan menilai bahwa kegagalan ini menjadi beban buruk bagi dirinya," imbuhnya.

Seperti yang diketahui, banjir parah melanda sejumlah wilayah Jakarta pada Rabu dini hari (29/1). Setidaknya ada 54 RT dan puluhan ruas jalan yang terendam.

Kepala Pelaksana BPBD, Isnawa Adji, menyatakan bahwa hingga pukul 03.00 WIB, 54 RT dan 23 ruas jalan terendam banjir akibat hujan lebat yang terjadi sejak Selasa (28/1) sore.

"Banjir seperti ini seharusnya bisa diantisipasi. Namun, dengan kegagalan di lapangan, Jakarta kini harus menanggung dampak kelalaian yang terjadi," tuturnya.

Baca Juga: Konser Rossa Here I Am Patut Dinantikan, Apalagi Ada Bernadya di Sana

Ia mengatakan, Teguh mengklaim bahwa penanganan banjir kali ini lebih baik dibandingkan dengan tahun 2020, meski curah hujan yang turun lebih tinggi.

Menurut Teguh, banjir di beberapa titik lebih cepat surut dibandingkan sebelumnya, salah satunya di wilayah Monas.

"Namun, persoalannya bukan hanya soal banjir yang cepat surut, melainkan kerugian yang dialami oleh banyak warga Jakarta akibat bencana ini," ujarnya.

"Oleh karena itu, perlu tindakan tegas dari Pj Gubernur Teguh Setyabudi. Salah satu langkah konkret yang bisa diambil adalah segera mengganti PLT Kadis SDA Ika Agustin," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.