Atasi Banjir Kiriman di Jakarta, Legislator Golkar Sardy Wahab Minta Pemprov Kerja Sama dengan Kementerian PUPR Urusi 13 Sungai

AKURAT JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Golkar, Sardy Wahab meminta agar Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengurusi 13 sungai di Jakarta untuk atasi banjir kiriman.
Sebelumnya, Sardy menyebut bahwa permasalahan banjir di Jakarta ini disebabkan oleh banjir kiriman yang berasal dari daerah penyangga, terutama dari wilayah Bogor.
"Kalau kita lihat permasalahan banjir ini bukan disebabkan hujan yang mengguyur di Jakarta itu, tetapi lebih pada kiriman air yang ada dari Bogor," ujar Sardy di Jakarta, dikutip Jumat (7/3/2025).
Ia menjelaskan, semua aliran sungai ini masuk ke masyarakat karena tidak bisa ditampung. Padahal, menurutnya, kondisi hujan di Jakarta tidak begitu deras.
Untuk mengurusi persoalan ini, ia pun meminta agar Pemprov DKI Jakarta dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung harus bekerja sama dengan Kementerian PUPR yang memiliki wewenang terhadap 13 sungai di Jakarta.
"Nah, kalau sudah kewenangan Kementerian, ya tidak ada penyelesaian kalau begini ceritanya. Ya saya minta juga kepada pimpinan tentu dengan Gubernur ya, bekerja sama lah dengan Kementerian," tuturnya.
Ia juga meminta agar tidak menyalahkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) yang sudah berusaha menangani banjir ini. Menurutnya, mereka telah bekerja keras dengan baik di lapangan.
"Jangan kita hakimi terus SDA, siang-malam dia sudah bekerja. Saya melihat sendiri dalam arti kata, bekerja di lapangan SDA termasuk di Jakarta Timur, ya sudah dingin, kena kotoran," ujarnya.
Ia juga meminta agar pihak Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dan berkoordinasi untuk mencari solusi. Dengan itu, anggaran yang diberikan tidak terbuang hanya untuk penyelesaian banjir terus.
"Ya kita minta kepada pimpinan dalam arti kata, bekerja sama lah dengan pak Gubernur. Diadakan rapat supaya ada solusi. Jangan setiap tahun anggarannya untuk itu, untuk itu, untuk itu. Tidak ada selesainya," harapnya.
Ia juga menilai, hal ini sudah bukan level dari DPRD dan Dinas SDA sebenarnya melainkan, level daripada gubernur dan kementerian tentu masukin harus ada juga dari komisi-komisi terkait kan.
"Ya kasihan lah kalau dalam arti kata sudah pontang-panting diselesaikan permasalahan. Tetapi kita buat lagi semacam begini, kita bicarakan oh SDA begini-begini," katanya.
"Ya gak etis juga kalau menurut saya, saya harus bicara jujur. Karena saya melihat kenyataan di lapangan," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UNL, 28 September 2026: Duel Penentu Kemenangan Kedua di Yerevan
- 2Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 3Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UNL, 28 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit di Tbilisi?
- 4Prediksi Skor Belgia vs Prancis di UNL, 29 September 2026: Tanpa Mbappe, Les Bleus Diuji di Brussels
- 5Prediksi Skor Turki vs Italia di UNL, 29 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Tertekan
- 6Prediksi Skor Irlandia Utara vs Hungaria di UNL, 29 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Lanjutkan Momentum Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Latvia vs Siprus di UNL, 28 September 2026: Duel Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 8Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UNL, 28 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


