Hati-hati! Dinkes DKI Ungkap Jakbar Jadi Wilayah Kasus DBD Tertinggi di Jakarta Capai 418 Kasus, Berikut Total Kasus di Jakarta!

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalji Dinas Kesehatan (Dinkes) mengungkapkan bahwa Jakarta Barat menjadi wilayah dengan kasus DBD tertinggi di Jakarta.
"Berdasarkan tempat, jumlah kasus tertinggi di Jakarta Barat sebanyak 418 kasus dan IR/100.000 penduduk: 15,98," ungkap Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati kepada wartawan, Kamis (13/3/2025).
Lebih lanjut, Ani menjelaskan bahwa Jakarta adalah daerah endemis DBD, sehingga setiap tahun selalu ada kasusnya dan samgat terpengaruh kondisi cuaca.
Ia pun mengungkapkan bahwa per Januari hingga 9 Maret 2025 kemarin, pihaknya telah mencatat bahwa kasus DBD di Jakarta sudah mencapai 1.416 kasus.
"Sejak 1 januari hingga 9 maret 2025 berdasarkan data laporan DBD melalui website surveilans Dinkes Jakarta Total pasien 1.416 (IR/100.000 penduduk = 12,48)," terangnya.
Ia juga menjelaskan, untuk tren mingguan kasus dari M1-M9, berdasarkan tanggal masuk rumah sakit (RS), jumlah pasien DBD di Jakarta berstatus fluktuatif cenderung tetap.
Kemudian, ia mengatakan bahwa kasus DBD di Jakarta saat ini masih terkendali. Sebab, pada tahun sebelumnya di periode yang sama, kasus DBD mencapai 1.729 kasus.
"Di periode yang sama 2024 itu 1.729 kasus. Kemarin naik tinggi karena 2024 siklus lima tahunan. Jadi, puncaknya sama-sama di April. Tapi kalau dulu tinggi, sekarang masih terkendali," tukasnya.
Sebagai informasi, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI
mengungkapkan, berdasarkan data jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jakarta pada Januari 2025 mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menyebutkan, pada Januari 2025 tercatat sebanyak 670 kasus DBD.
"Jumlah ini meningkat dibandingkan bulan Desember 2024 yang mencatat sebanyak 379 kasus DBD atau meningkat 77 persen," ujar Ani dalam keterangannya, Kamis (13/2/2025).
Menurutnya, melihat tren tahun sebelumnya, kasus DBD cenderung melonjak setelah Februari, dengan puncaknya terjadi pada bulan April dan Mei. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UNL, 28 September 2026: Duel Penentu Kemenangan Kedua di Yerevan
- 2Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe di UNL, 29 September 2026: Duel Ketat Minim Gol di Chisinau
- 3Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UNL, 28 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit di Tbilisi?
- 4Prediksi Skor Belgia vs Prancis di UNL, 29 September 2026: Tanpa Mbappe, Les Bleus Diuji di Brussels
- 5Prediksi Skor Turki vs Italia di UNL, 29 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Tertekan
- 6Prediksi Skor Irlandia Utara vs Hungaria di UNL, 29 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Lanjutkan Momentum Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Latvia vs Siprus di UNL, 28 September 2026: Duel Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 8Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UNL, 28 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







