Jakarta

Tegas Tidak Ada Lagi Titipan di Direksi Bank DKI, Pramono Anung: Harus Dikelola Profesional!

Yasmina Nuha | 14 April 2025, 19:34 WIB
Tegas Tidak Ada Lagi Titipan di Direksi Bank DKI, Pramono Anung: Harus Dikelola Profesional!

 

AKURAT JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan terdapat pejabat titipan dalam direksi Bank DKI. Hal ini buntut kasus gangguan layanan yang melibatkan Direktur IT Bank DKI Amirul Wicaksono.

Beberapa waktu yang lalu, pria yang akrab disapa Pram itu mencopot Direktur IT Bank DKI itu. Dengan itu, ia pun berharap agar tidak ada lagi pejabat titipan dalam direksi Bank DKI.

"Maka sepenuhnya harus dikelola secara profesional. Gak boleh lagi titipan dari siapapun untuk direksi Bank DKI," ujar Pram dikutip dari akun Instagram resminya @pramonoanungwa, Senin (14/4/2025).

Baca Juga: Sedang Ada Pekerjaan Konstruksi, Dishub DKI Jakarta Rekayasa Lalu Lintas di Sejumlah Ruas Jalan, CFD hingga Gage pun Kembali Diberlakukan

Sebelumnya, ia menjelaskan pada tahun 2015, Kota Jakarta berada pada peringkat nomor 54 pada top kota global. Namun, saat ini penurunan menjadi nomor 74 dari 156.

Untuk itu, kata Pram, ada beberapa hal yang memang perlu mendapatkan perhatian yang serius. Salah satunya, perbankan yang hampir setiap periode selalu ada kasusnya, seperti kasus yang terjadi pada Bank DKI.

"Bank (DKI) ini tidak dikelola secara profesional. Ada ruang-ruang yang gampang orang yang bisa mempermainkan itu, dari dalam terutama," ungkap Pram.

Baca Juga: Cegah Kebocoran Dana PAD, Anggota DPRD DKI Ini Usul Biaya Parkir Dibebankan Sekaligus saat Bayar Pajak STNK

Politikus PDIP itu juga meminta agar nama Bank DKI ini di-rebranding atau diubah. Hal ini dilakukan dengan harapan Bank DKI ini dapat semakin membaik.

"Kita harus memikirkan untuk mengubah nama (Bank) DKI ini. Apakah Bank DKI menjadi Bank Jakarta, atau Bank global, sehingga kita lakukan yang namanya rebranding," tukas Pram.

"Dan nanti kita bangun betul-betul menjadi building-nya bank Jakarta. Kalau itu kita lakukan, pasti bisa terbang," imbuhnya.

Baca Juga: Pelopor di Indonesia! Dinas LH DKI Jakarta Siap Operasikan 5 Truk Sampah Listrik Bebas Emisi Ukuran Jumbo, Berikut Spesifikasinya

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung kembali menanggapi terkait permasalahan sistem layanan Bank DKI yang bermasalah belakangan ini.

Pram, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa kejadian permasalahan kebocoran layanan serupa sudah terjadi sebanyak 3 kali.

"Saudara-saudara sekalian, kejadian di Bank DKI ini bukan pertama kali. Ini sudah ketiga kali. Dan kejadiannya hampir serupa. Dimana IT tidak dilaksanakan, tidak dijaga secara baik. Dan hal itu terlihat dari terus terang ada kebocoran," ujar Pram di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (9/4/2025).

Kemudian, ia mengaku bahwa angka terkait persoalan ini yang mengetahui hanya direksi dari Bank DKI. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya akan tetap melaporkan hal ini kepada jalur hukum.

"Jumlah angkanya yang tahu direksi Bank DKI. Karena kejadiannya sudah tiga kali, maka saya memutuskan. Yang pertama, semuanya dilaporkan kepada Bareskrim," tuturnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y