Tegas Tidak Ada Lagi Titipan di Direksi Bank DKI, Pramono Anung: Harus Dikelola Profesional!

AKURAT JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan terdapat pejabat titipan dalam direksi Bank DKI. Hal ini buntut kasus gangguan layanan yang melibatkan Direktur IT Bank DKI Amirul Wicaksono.
Beberapa waktu yang lalu, pria yang akrab disapa Pram itu mencopot Direktur IT Bank DKI itu. Dengan itu, ia pun berharap agar tidak ada lagi pejabat titipan dalam direksi Bank DKI.
"Maka sepenuhnya harus dikelola secara profesional. Gak boleh lagi titipan dari siapapun untuk direksi Bank DKI," ujar Pram dikutip dari akun Instagram resminya @pramonoanungwa, Senin (14/4/2025).
Sebelumnya, ia menjelaskan pada tahun 2015, Kota Jakarta berada pada peringkat nomor 54 pada top kota global. Namun, saat ini penurunan menjadi nomor 74 dari 156.
Untuk itu, kata Pram, ada beberapa hal yang memang perlu mendapatkan perhatian yang serius. Salah satunya, perbankan yang hampir setiap periode selalu ada kasusnya, seperti kasus yang terjadi pada Bank DKI.
"Bank (DKI) ini tidak dikelola secara profesional. Ada ruang-ruang yang gampang orang yang bisa mempermainkan itu, dari dalam terutama," ungkap Pram.
Politikus PDIP itu juga meminta agar nama Bank DKI ini di-rebranding atau diubah. Hal ini dilakukan dengan harapan Bank DKI ini dapat semakin membaik.
"Kita harus memikirkan untuk mengubah nama (Bank) DKI ini. Apakah Bank DKI menjadi Bank Jakarta, atau Bank global, sehingga kita lakukan yang namanya rebranding," tukas Pram.
"Dan nanti kita bangun betul-betul menjadi building-nya bank Jakarta. Kalau itu kita lakukan, pasti bisa terbang," imbuhnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung kembali menanggapi terkait permasalahan sistem layanan Bank DKI yang bermasalah belakangan ini.
Pram, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa kejadian permasalahan kebocoran layanan serupa sudah terjadi sebanyak 3 kali.
"Saudara-saudara sekalian, kejadian di Bank DKI ini bukan pertama kali. Ini sudah ketiga kali. Dan kejadiannya hampir serupa. Dimana IT tidak dilaksanakan, tidak dijaga secara baik. Dan hal itu terlihat dari terus terang ada kebocoran," ujar Pram di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (9/4/2025).
Kemudian, ia mengaku bahwa angka terkait persoalan ini yang mengetahui hanya direksi dari Bank DKI. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya akan tetap melaporkan hal ini kepada jalur hukum.
"Jumlah angkanya yang tahu direksi Bank DKI. Karena kejadiannya sudah tiga kali, maka saya memutuskan. Yang pertama, semuanya dilaporkan kepada Bareskrim," tuturnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

