Jakarta

Pramono Ingin Bangun Pulau Kucing di Kepulauan Seribu, Amggota DPRD DKI Ini Tolak karena Bisa Ganggu Ekosistem

Yasmina Nuha | 31 Mei 2025, 12:26 WIB
Pramono Ingin Bangun Pulau Kucing di Kepulauan Seribu, Amggota DPRD DKI Ini Tolak karena Bisa Ganggu Ekosistem

AKURAT JAKARTA - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Francine Widjojo meminta meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak meneruskan rencana membuat pulau kucing di Kepulauan Seribu.

Rencana ini dinilai berisiko mengganggu ekosistem di sana, terutama di Pulau Tidung Kecil yang akan digunakan sebagai lokasi pulau tematik kucing.

Francine yang juga dikenal masyarakat sebagai pegiat kesejahteraan hewan ini mengingatkan bahwa kucing adalah predator alami bagi satwa liar, terutama burung.

Baca Juga: 459.081 Penumpang Lansia Dapat Tiket Murah dari KAI, Daftar Dua Hari Sebelum Keberangkatan

"Padahal pada 2019 Dinas KPKP Jakarta pernah melepasliarkan burung-burung kutilang di Pulau Tidung Kecil untuk konservasi spesies tersebut," ujar Francine dalam keterangannya, dikutip Sabtu (31/5/2025).

Ia mengkhawatirkan kelestarian burung di wilayah Kepulauan Seribu jika Pemprov DKI Jakarta memindahkan kucing dalam jumlah banyak ke wilayah tersebut.

"Di sisi lain, pemindahan kucing-kucing ke pulau tersebut dapat mengganggu ekosistem dan akan menimbulkan beban pemeliharaan jangka panjang karena mereka perlu dirawat seumur hidup," tuturnya.

Baca Juga: Golkar Jaktim Kompak Dukung Bang Zaki Kembali Terpilih Jadi Ketua Golkar DKI Jakarta, Terbukti Memperhatikan Para Kader di Wilayah

Francine mengingatkan, memindahkan kucing ke tempat lain sama sekali bukan solusi. “Apalagi Jakarta baru memiliki satu pusat kesehatan hewan, yang pasti akan terbebani jika ada pulau kucing ini,” katanya.

Dengan itu, politikus PSI itu mengusulkan agar program pulau kucing dialihkan menjadi kegiatan yang lebih strategis dan berkelanjutan, seperti penambahan sterilisasi hewan jalanan dan penambahan pusat kesehatan hewan seperti amanat Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 64 tahun 2007.

"Dengan pendekatan ini, Jakarta akan lebih siap menjadi kota global yang benar-benar ramah hewan dan ekosistem," kata Francine.

Selain itu, Francine mengapresiasi dimuatnya Program Pengendalian Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner dalam Raperda RPJMD DKI Jakarta 2025-2029.

"Ini langkah awal yang sangat baik untuk mewujudkan Jakarta ramah hewan," pungkasnya.

Sebelumnya, Wacana pembukaan pulau tematik kucing pertama kali disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung pada Maret silam. Ia mencontohkan Jepang yang memiliki pulau kucing di Aoshima.

"Kalau memang nanti bisa kita wujudkan, maka itu juga bisa jadi revenue bagi Pulau Seribu, untuk orang datang kemudian menikmati wisata kucing," kata Pramono. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y