Jakarta

Dukung Pembangunan Giant Sea Wall, Pramono Sebut Pendanaannya Bakal Diambilkan dari Revenue Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang

Yasmina Nuha | 16 Juni 2025, 16:31 WIB
Dukung Pembangunan Giant Sea Wall, Pramono Sebut Pendanaannya Bakal Diambilkan dari Revenue Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa Pemprov Jakarta mendukung pembangunan bendungan raksasa Giant Sea Wall.

Pramono menyebut, dana pembangunan Giant Sea Wall akan diambilkan dari pendapatan pengelolaan sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Pram, sapaan akrabnya itu menjelaskan, 55 juta ton sampah yang menumpuk di Bantargebang akan diolah menjadi energi listrik melalui pembangunan empat Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS).

Baca Juga: Politisi Golkar: Bazar HUT Jakarta Ajang Promosikan Makanan dan Produk Khas Betawi

Setiap PLTS ditargetkan memiliki kapasitas harian 2.500 ton sampah, yang secara total dapat menghasilkan sekitar 1.500 megawatt listrik. Angka ini diperkirakan mampu memenuhi seluruh kebutuhan listrik Jakarta.

"Sehingga Suralaya dan semuanya yang sekarang ini menjadi penyebab polusi di Jakarta, kita minta mereka untuk mengubah dan cukup kita gunakan semuanya dari PLTS," kata Pramono di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Minggu (15/6/2025).

Selain menyelesaikan persoalan sampah dan memenuhi kebutuhan listrik, Pram menilai upaya ini juga dinilai mampu mengurangi polusi udara di Jakarta.

Politikus PDIP itu mengatakan, melalui pengelolaan sampah ini, Jakarta akan memperoleh tambahan pendapatan (revenue).

"Nah revenue inilah yang akan digunakan sebagian untuk membangun Giant Sea Wall," ujar mantan Sekretaris Kabinet RI itu.

Baca Juga: Prediksi Skor Chelsea vs Los Angeles FC di Piala Dunia Antarklub, 17 Juni 2025: Ujian Pertama Olivier Giroud Lawan Mantan Klub

Ia juga mengatakan, Pemprov DKI Jakarta kini mendapatkan tanggung jawab untuk membangun Giant Sea Wall atau tanggul raksasa di pesisir utara sepanjang 19 kilometer (km). Angka ini bertambah dari semula yang hanya 12 km.

"Walaupun saya mendengar yang dulu awalnya Jakarta mendapat bagian 12 kilo, sekarang ditambah 7 kilo menjadi 19 kilo. Nanti tentunya kita akan mempersiapkan diri termasuk pendanaannya," katanya.

Dengan APBD Jakarta yang saat ini sebesar Rp 91 triliun, Pemprov DKI menargetkan untuk mengalokasikan minimal Rp 5 triliun setiap tahunnya untuk proyek tanggul ini.

"Ini menjadi tantangan bagi kami dan kami akan bekerja keras untuk bisa mewujudkan apa yang menjadi penugasan dari bapak Presiden," pungkasnya.

Sebagai informasi, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meninjau pembangunan tanggul mitigasi banjir rob di Penjaringan, Jakarta Utara, pada Kamis (12/6/2025).

Pramono mengatakan, rob di pesisir Jakarta bukan sekadar bencana musiman, melainkan persoalan struktural yang semakin serius di era perubahan iklim.

Baca Juga: Pimpin Apel Senin Pagi di Puspemkab Tangerang, Wabup Intan Nurul Minta OPD dan ASN Serius Tangani Pengelolaan Sampah dan Tingkatkan Pelayanan Publik

"Pemprov DKI Jakarta memulai langkah baru untuk penanganan yang bersifat jangka menengah terlebih dahulu. Hari ini kita membangun tanggul dengan panjang 1,4 kilometer dan tinggi 2,5 meter untuk menahan jika air rob naik. Mudah-mudahan pembangunan ini selesai hingga Desember," ujarnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.