Jakarta

Antisipasi Penumpukan Sampah di Sungai Dampak Banjir, Dinas Lingkungan Hidup DKI Terjunkan Lebih dari 5.000 Petugas

Yasmina Nuha | 11 Juli 2025, 13:22 WIB
Antisipasi Penumpukan Sampah di Sungai Dampak Banjir, Dinas Lingkungan Hidup DKI Terjunkan Lebih dari 5.000 Petugas

AKURAT JAKARTA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyiagakan lebih dari 5.000 petugas untuk memperkuat penanganan sampah di seluruh badan air dampak banjir.

Sejumlah titik aliran Sungai Ciliwung dan 12 sungai lainnya yang melintasi Jakarta menjadi focus petugas.

Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan para pasukan oranye di titik-titik rawan terjadinya penumpukan sampah.

Baca Juga: Grand Carnival: Parade Batik Solo, Koreografi Kolosal hingga Pertunjukan Flashmob di Sepanjang Jalan Bhayangkara, Digelar Sabtu 12 Juli Besok

Sebab, penumpukan sampah tersebut berpotensi menimbulkan efek bendung pada aliran sungai dan memperparah dampak banjir.

Ia menjelaskan, penanganan sampah ini dilakukan sejak dari hulu ke hilir aliran sungai.

Dimulai dari Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS) sebagai saringan awal sampah sebelum masuk ke tengah kota.

"Sebaran sampah di lokasi seperti Jembatan Pelangi Kalibata, Jembatan Kampung Melayu hingga Banjir Kanal Barat (BKB) Season City bisa diantisipasi dengan baik," ujar Asep dalam keterangannya, Jumat (11/7/2025).

"Sehingga aliran air menuju laut bisa lancar tanpa adanya efek bendung sampah," sambungnya.

Ia menambahkan, keberadaan SSTB ini sebagai upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mengembalikan fungsi ekosistem Sungai Ciliwung yang melewati wilayah Jakarta dengan mengurangi sampah yang masuk ke dalam kota.

Baca Juga: Dibuka Hari Ini! International Islamic Expo 2025 Digelar di JCC Senayan, Hadirkan Industri Perjalanan dan Gaya Hidup Muslim

Sebelum beroperasinya SSTBS, sampah menumpuk di Jembatan Pelangi Kalibata, Jembatan Kampung Melayu, dan Pintu Air Manggarai.

"Dalam penanganan sampah akibat banjir di Jakarta, kesiapsiagaan para personel ini menjadi kunci dalam mengurangi dampak banjir akibat penyumbatan sampah," katanya.

"Begitu air rob surut, air banjir langsung menggelontor ke laut tanpa terhalang efek bendung sampah," pungkasnya.

Sebagai informasi, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengungkapkan penyebab terjadinya banjir relatif tinggi dan lama surut di Jakarta, karena terjadi bersamaan tiga faktor yaitu banjir kiriman, curah hujan yang tinggi di dalam kota dan naiknya air pasang (rob).

Pramono menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi agar langkah antisipatif berjalan efektif dengan keselamatan warga sebagai prioritas utama.

Selain itu, ia meminta seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta dan petugas di lapangan agar bekerja dengan penuh empati.

Baca Juga: Antisipasi Hujan Ekstrem, Fraksi Golkar Minta Distamhut DKI Jakarta Gencarkan Pemangkasan Pohon

"Saya mengapresiasi kepada para petugas di lapangan yang menjadi garda terdepan dalam penanganan banjir Jakarta. Tugas ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan hati," kata Pramono. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.