Jakarta

Menkeu Purbaya Sebut Gaya Komunikasi Koboi Selama Ini Atas Arahan Presiden

Ainun Kusumaningrum | 28 Oktober 2025, 14:45 WIB
Menkeu Purbaya Sebut Gaya Komunikasi Koboi Selama Ini Atas Arahan Presiden

AKURAT JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kritik terhadap gaya komunikasinya yang dinilai terlalu frontal atau 'koboi'.

Purbaya menegaskan bahwa setiap langkah yang diambilnya merupakan bagian dari arahan dan koordinasi dengan Presiden Prabowo Subianto.

"Saya hanya perpanjangan tangan dari Bapak Presiden, dengan versi yang lebih halus malah. Saya tidak berani gerak sendiri," kata Purbaya di Jakarta, Senin (27/10).

Baca Juga: Waspada Perdagangan Manusia, Berikut Ini Cara Kenali Lima Ciri Lowongan Kerja Palsu

Menurut Purbaya, gaya komunikasinya yang tegas bertujuan untuk mempercepat perbaikan pertumbuhan ekonomi, terutama melalui upaya memastikan penyerapan anggaran (belanja negara) berjalan tepat waktu pada Triwulan IV tahun ini.

Dia menyebut percepatan belanja ini penting untuk mendongkrak ekonomi.

Menkeu Purbaya mengklaim bahwa gaya komunikasi yang "agak drastis dan ceplas-ceplos" justru berdampak positif.

Baca Juga: Gubernur Pramono dan Menkes Budi Sepakat Jadikan Rumah Sakit Baru di Lahan Eks RS Sumber Waras Proyek Stratetis Nasional

Dia memamerkan data survei Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menunjukkan adanya peningkatan indeks kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah pada Oktober 2025, setelah sempat turun tajam pada Juli-September 2025.

"Sentimen masyarakat membalik, sekarang sudah stabil lagi. Saya hanya berusaha mengembalikan kepercayaan masyarakat," ujarnya.

Di sisi lain, pengamat komunikasi politik Hasan Nasbi sebelumnya melontarkan kritik keras terhadap gaya komunikasi Purbaya yang dinilai merugikan citra kabinet.

Hasan mencontohkan polemik terbuka antara Purbaya dan pejabat daerah, seperti Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, terkait dana pemerintah daerah yang mengendap di bank.

"Sesama anggota kabinet, sesama pemerintah. Enggak bisa baku tikam terus-menerus di depan umum karena itu bisa melemahkan pemerintah," ujar Hasan.

Dia menyarankan agar perbedaan pendapat dan koreksi internal sebaiknya disampaikan dalam ruang tertutup. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.