Jakarta

Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi Ekstrem, BPBD DKI Jakarta Gelar Modifikasi Cuaca pada 5-10 November 2025

Yasmina Nuha | 6 November 2025, 13:42 WIB
Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi Ekstrem, BPBD DKI Jakarta Gelar Modifikasi Cuaca pada 5-10 November 2025

AKURAT JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi ekstrem.

Kegiatan yang berlangsung pada 5–10 November 2025 ini dipusatkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC dilakukan sebagai tindak lanjut atas hasil analisis BMKG terkait potensi meningkatnya curah hujan di sebagian besar wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Baca Juga: Asyik! Karyawan Swasta Gaji di Bawah Rp 6,2 Juta Gratis Naik Transjakarta, LRT, dan MRT, Berikut Syaratnya

"Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan langkah antisipatif Pemprov DKI Jakarta untuk mengurangi potensi curah hujan ekstrem yang dapat menyebabkan genangan, banjir, maupun tanah longsor," ujar Isnawa dalam keterangannya, dikutip Kamis (6/11/2025).

"Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi bagian dari strategi mitigasi bencana hidrometeorologi menjelang puncak musim hujan," imbuhnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan OMC menggunakan pesawat Casa A-2114 milik TNI AU dengan dua sortie penerbangan, masing-masing pada pukul 11.30 WIB dan 14.30 WIB. Penerbangan dipimpin oleh Lettu Pnb Bintang, Kpt Pnb Fajar, dan Letda Pnb Krisna selaku kru udara.

Adapun lokasi penyemaian awan mencakup wilayah Pandeglang, perairan barat daya Pandeglang, hingga perairan barat Kabupaten Serang, dengan ketinggian terbang antara 8.000–10.000 kaki.

"Total bahan semai higroskopis (garam/NaCl) yang digunakan dalam operasi kali ini mencapai 1.600 kilogram," tutur Isnawa.

Baca Juga: Mitos Apa Fakta Kipas Angin saat Tidur Sebabkan Penyakit Asam Urat, Begini Kata Dokter yang Betul

Ia juga menyampaikan, hasil observasi lapangan menunjukkan terpantau awan Stratocumulus di area target awal, yakni Kabupaten Lebak hingga pesisir barat Provinsi Banten.

Pada wilayah tersebut, mulai tumbuh awan-awan Cumulus (Cu), sehingga penyemaian dilakukan secara intensif di area tersebut pada ketinggian sekitar 10.000 kaki.

"Selain itu, tim juga mencatat adanya presipitasi dengan intensitas ringan ketika pesawat melintasi wilayah Kabupaten Pandeglang bagian barat, menandakan bahan semai telah berhasil memicu pertumbuhan awan hujan di area yang ditargetkan," ungkapnya.

Isnawa menambahkan bahwa pelaksanaan OMC akan terus menyesuaikan dengan kondisi atmosfer harian yang dimonitor oleh BMKG, untuk memastikan efektivitas penyemaian dan dampaknya terhadap pengendalian curah hujan di wilayah Jakarta.

"Kami terus memantau perkembangan dinamika cuaca bersama BMKG dan TNI AU. Tujuannya agar curah hujan tidak terkonsentrasi di daratan Jakarta, tetapi dapat diurai di wilayah perairan sekitar, sehingga risiko banjir bisa ditekan," lanjutnya.

Baca Juga: Ayo Nikmati! FWD Music Zone: Konser Gratis Padi Reborn dan Hanin Dhiya di Anjungan Sarinah Thamrin pada Jumat Besok Malam, 7 November 2025

BPBD DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan lebat disertai angin kencang, serta memastikan saluran air dan drainase lingkungan tetap bersih dari sampah untuk mengantisipasi genangan.

"Masyarakat diharapkan memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi Siaga 112, Call Center Jakarta Siaga 112, website bpbd.jakarta.go.id, dan media sosial resmi @bpbddkijakarta," tandasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.