Jakarta

Perluas Akses Pendidikan Bagi Disabilitas, Fraksi Golkar Dorong Penambahan SLB dari 14 Jadi 44 Sekolah

Yasmina Nuha | 13 November 2025, 21:45 WIB
Perluas Akses Pendidikan Bagi Disabilitas, Fraksi Golkar Dorong Penambahan SLB dari 14 Jadi 44 Sekolah

AKURAT JAKARTA - Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Ramly HI Muhamad, mendorong penambahan sekolah luar biasa (SLB) di Jakarta menjadi 44 sekolah.

Ia mengatakan, sebelumnya jumlah SLB di Jakarta hanya terdapat 14 sekolah. Sehingga dengan bertambah 44 sekolah, maka tiap kecamatan memiliki satu SLB.

"DPRD Provinsi DKI Jakarta merekomendasikan agar penambahan SLB di DKI Jakarta dari 14 menjadi 44 unit guna memperluas akses pendidikan. Artinya 44, satu kecamatan ditambah satu," ujar Ramly dalam Rapat Paripurna DPRD DKI, Rabu (13/11/2025).

Baca Juga: Legislator Golkar Dukung Pemprov DKI Putihkan Pajak Kendaraan, Nilai Kebijakan yang Berpihak Kepada Masyarakat

Lebih lanjut, ia juga mendorong agar program pendidikan inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus diperluas, baik pembangunan sekolah maupun tenaga pengajarnya.

"DPRD Provinsi DKI Jakarta mendorong agar program pendidikan inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus diperluas," tutur Ramly.

"Baik melalui pembangunan sekolah inklusif baru maupun pelatihan guru-guru pendamping, khususnya di setiap wilayah kota administrasi," sambungnya.

Baca Juga: Larangan Jual Rokok 200 Meter dari Sekolah Tetap Dipertahankan, Ketua Pansus KTR dari Golkar Farah: Ada Landasan Hukumnya

Tak hanya SLB, lanjut Anggota Komisi E itu, pihaknya juga merekomendasikan untuk meningkatkan perbaikan fasilitas sekolah seperti pagar, sarana keselamatan, dan ruang belajar.

"Khususnya di SD Kebon Bawang 01 dan sekolah-sekolah lama dipercepat untuk menjamin keamanan peserta didik," tambahnya.

Sebelumnya, Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian mengusulkan agar Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menambah jumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) di Ibu Kota.

Menurutnya, saat ini jumlah SLB yang tersedia tidak mencukupi untuk menampung seluruh pelajar berkebutuhan khusus di Jakarta.

"Sementara itu biaya sekolah anak di SLB swasta mahal," ujar Justin kepada wartawan, Minggu (18/5/2025). (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y