Jakarta

Tingkat Pengangguran Jakarta Turun Jadi 6,05% per Agustus 2025, Gubernur Pramono Ungkap Kunci Suksesnya

Ainun Kusumaningrum | 21 November 2025, 19:15 WIB
Tingkat Pengangguran Jakarta Turun Jadi 6,05% per Agustus 2025, Gubernur Pramono Ungkap Kunci Suksesnya

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengklaim bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Ibu Kota mengalami penurunan signifikan hingga Agustus 2025.

Berdasarkan data terbaru hingga Agustus 2025, TPT Jakarta kini berada di angka 6,05 persen. Angka ini turun dari posisi sebelumnya di Februari 2025 yang masih di angka 6,18 persen.

"Tingkat Pengangguran Terbuka Jakarta juga mengalami penurunan menjadi 6,05 persen pada bulan Agustus 2025," ujar Pramono dalam konferensi pers APBD 2025 DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Jumat (21/11/2025).

Baca Juga: Distamhut DKI Tebang 163 Pohon Kategori Sangat Berbahaya, Rawan Tumbang Saat Cuaca Ekstrem

Ia menuturkan, langkah Pemprov DKI Jakarta dalam menyelenggarakan 14 kali job fair secara berturut-turut menjadi kunci utama dalam penyerapan tenaga kerja.

"Penurunan ini tentunya tidak lepas dari apa yang kami lakukan dengan job fair yang sudah 14 kali berturut-turut," tukasnya.

Selain job fair untuk masyarakat umum, kata Pramono, Pemprov DKI juga menunjukkan komitmen inklusivitas dengan menggelar bursa kerja khusus bagi penyandang disabilitas.

Baca Juga: Prediksi Skor Heidenheim vs Borussia Monchengladbach di Bundesliga, 22 November 2025: Ujian Berat bagi Tuan Rumah yang Terpuruk

"Kemudian juga job fair khusus untuk disabilitas, yang alhamdulillah kemarin bisa merekrut sampai dengan 150 pekerja disabilitas," jelasnya.

Selain didorong oleh kegiatan job fair, penurunan pengangguran juga diperkuat oleh kinerja investasi yang melonjak signifikan menjadi Rp204,13 triliun.

Aktivitas investasi ini tercatat mampu menyerap sebanyak 338.310 tenaga kerja di Jakarta.

"Yang juga menggembirakan adalah aktivitas investasi yang menyerap, aktivitas investasi tersebut menyerap tenaga kerja kurang lebih 338.310 tenaga kerja," katanya.

Pramono juga menyoroti sektor-sektor yang paling banyak menyumbang penyerapan tenaga kerja, yaitu perdagangan, akomodasi, makanan dan minuman, hingga transportasi.

"Pertumbuhan positif di sektor ini, mempertegas peran Jakarta sebagai kota jasa dan sekaligus sebagai hub perdagangan regional," pungkasnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.