Jakarta

Bantah Isu Massal, Legislator Golkar Ungkap Hanya Satu Siswa SMA 72 yang Ajukan Pindah Sekolah Usai Ledakan

Yasmina Nuha | 25 November 2025, 20:34 WIB
Bantah Isu Massal, Legislator Golkar Ungkap Hanya Satu Siswa SMA 72 yang Ajukan Pindah Sekolah Usai Ledakan

AKURAT JAKARTA – Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, mengklarifikasi terkait isu banyaknya siswa SMA 72 Jakarta yang ingin pindah sekolah usai insiden ledakan beberapa waktu lalu.

Menurutnya, isu tersebut tidak benar dan kondisi pembelajaran di sekolah secara umum sudah mulai kondusif.

Farah mengungkapkan bahwa berdasarkan data dari Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, hanya ada satu orang tua yang mengajukan mutasi bagi anaknya.

Baca Juga: Alia Laksono Tegaskan Kader Golkar Bersama Masyarakat Tidak Hanya dalam Musim Kampanye

"Kemarin kami sudah klarifikasi. Isu mutasi itu tidak benar. Dari Dinas Pendidikan (Disdik), hanya ada satu orang tua yang mengajukan mutasi. Sisanya masih melanjutkan pembelajaran seperti biasa," ujar Farah kepada wartawan, dikutip Selasa (25/11/2025).

Ia juga menyoroti kondisi pembelajaran di sekolah tersebut yang saat ini sudah mulai membaik. Intensitasnya secara bertahap telah menurun ke sistem hybrid, sebuah sinyal positif dalam proses pemulihan.

"Saat ini pembelajaran juga sudah mulai menurun intensitasnya ke sistem hybrid. Minggu lalu tingkat kehadiran sudah sekitar 66 persen," jelasnya.

Baca Juga: Targetkan Lapangan Kerja, Golkar Dorong Pemprov DKI Kerja Sama Sister City dengan 5 Negara

Terkait alasan satu orang tua yang mengajukan mutasi, Farah menyebut bahwa pihaknya belum menelusuri lebih jauh alasan spesifik tersebut, namun menduga hal ini berkaitan dengan preferensi pribadi.

"Kami belum cek lebih jauh. Itu preferensi masing-masing orang tua. Mungkin karena soal keamanan atau faktor lainnya. Yang jelas, baru satu kasus dan itu masih dalam batas wajar," papar Farah.

Untuk memastikan pemulihan kondisi sekolah berjalan optimal, Anggota Komisi E itu mendorong Disdik DKI untuk mengambil langkah-langkah proaktif.

"Kami juga meminta Disdik untuk terus memantau kondisi psikologis para siswa, agar mereka kembali merasa aman dan nyaman belajar di sekolah. Selain itu, perbaikan fasilitas sekolah juga harus segera dilakukan," tegasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y