Jakarta

Revitalisasi Kota Tua Dinilai Rumit, Wagub Rano Bakal Bentuk Panitia Internal Khusus

Yasmina Nuha | 26 November 2025, 18:32 WIB
Revitalisasi Kota Tua Dinilai Rumit, Wagub Rano Bakal Bentuk Panitia Internal Khusus

AKURAT JAKARTA - Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan langkah serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menata kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

Menyadari permasalahan di lapangan, Rano bakal membentuk tim internal khusus untuk memulai proses penataan kawasan bersejarah tersebut.

Menurutnya, pembentukan tim tersebut dilakukan karna proses revitalisasi yang akan berjalan tidak semudah yang pihaknya bayangkan.

Baca Juga: Simak Nih, Djakarta Warehouse Project 2025 Digelar Tiga Hari di GWK Bali

"Saat ini kita baru akan membentuk panitia internal. Karena ternyata prosesnya tidak semudah yang dibayangkan," ujar Rano di Ancol, Jakarta Utara, Rabu (26/11/2025).

Rano menyoroti berbagai tantangan yang membuat proses penataan menjadi rumit, salah satunya adalah melibatkan banyak pihak, baik dari instansi pemerintah hingga swasta.

"Di sana ada Danantara, swasta. Hari ini kita baru membentuk tim internal dulu," jelasnya.

Baca Juga: LRT Jakarta Fase 1B Velodrome - Manggarai Siap Beroperasi Agustus 2026, Progres Pembangunan Sudah Lebih dari 80 Persen

Mantan Gubernur Banten ini menegaskan bahwa Pemprov DKI tidak boleh menunda penataan kawasan tersebut.

Sebab, mengingat proyek Moda Raya Terpadu (MRT) yang dijadwalkan akan mencapai kawasan tersebut pada tahun 2029.

Ia pun khawatir jika menunggu hingga proyek MRT rampung pada 2029, Kota Tua akan kehilangan momentum untuk berbenah dan siap menyambut hadirnya transportasi umum tersebut.

"2029 MRT sudah sampai sana, kota tua mau diapain? Apa tunggu MRT selesai baru kita benahi? Wah, terlambat," tegasnya.

Sebagai informasi, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengklarifikasi terkait pemindahan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dari Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat ke kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

Ia menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta bukan memindahkan gedung IKJ, melainkan berkolaborasi dengan IKJ untuk menjadikan kawasan Kota Tua sebagai etalase seni dan budaya.

Hal tersebut disampaikan Pramono usai meninjau TIM dan IKJ, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, pada Selasa (4/11/2025).

"Maka untuk itu, hal yang berkaitan dengan kebudayaan di Jakarta ini, saya akan bekerjasama dengan IKJ, dan seperti yang saya sampaikan ketika dengan Pak Menteri Investasi, dengan Pak Rosan, kita ke Kota Tua, memang kita ingin Kota Tua menjadi etalase bagi seni dan budaya kita," ujarnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y