Cegah Super Flu di Jakarta, Gubernur Pramono Persilahkan Warga Vaksin Berbayar di RSUD

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mempersilahkan warga dapat melakukan langkah pencegahan terhadap isu super flu melalui vaksinasi, meski layanan tersebut belum masuk dalam program vaksin gratis pemerintah.
Pramono mengaku telah meminta Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, agar masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi dipersilakan, meskipun masih dikenakan biaya.
"Maka saya sudah sampaikan kepada Ibu Kepala Dinas untuk masyarakat yang ingin vaksinasi ya dipersilahkan, memang ada yang harus bayar," ujar Pramono di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (9/1/2026).
Ia juga memastikan, hingga saat ini belum ditemukan kasus super flu di Jakarta, baik berdasarkan data Pemprov DKI maupun Kementerian Kesehatan.
"Jadi intinya begini, sampai hari ini Jakarta belum ada pasien yang super flu sampai hari ini. Baik itu data yang dimiliki oleh kami maupun data yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan," kata Pramono.
"Sehingga dengan demikian tetapi lebih baik daripada ini kita melakukan pencegahan," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada vaksin khusus untuk super flu.
Namun, vaksin influenza yang sudah lama tersedia dapat digunakan sebagai langkah pencegahan.
"Sebenarnya tidak ada khusus vaksin super flu, tapi kita memang ada vaksin influenza. Vaksin influenza ini sudah lama ada dan bisa diberikan," jelas Ani.
Ani menambahkan, vaksin influenza tersebut belum masuk dalam program vaksinasi pemerintah sehingga masih bersifat berbayar. Meski begitu, layanan vaksinasi dapat diakses masyarakat di berbagai fasilitas kesehatan.
"Artinya belum vaksin program, masih berbayar. Tapi masyarakat bisa mendapatkan vaksin influenza ini di faskes-faskes termasuk di RSUD kami," pungkasnya.
Diketahui, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan, Super Flu pada dasarnya adalah influenza yang sudah lama ada virusnya dan berbeda dengan COVID-19.
"Covid kan virus baru. Jadi daya tahan tubuh kita belum ada, karena tidak kenal," katanya di Yogyakarta, Kamis (08/01/2026). (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Nyala Ainun, Penulis Cilik Tangsel yang Telah Melahirkan 9 Buku dan Sabet Berbagai Penghargaan
- 2Buka Workshop di Japfa Food Indonesia, Wabup Intan Dorong Dunia Usaha Perkuat Pengelolaan Sampah Mandiri
- 3Kemendikdasmen Buka Pertukaran Pelajar ke Tokyo Gratis untuk Siswa SMK, Cek Syaratnya!
- 4Profil Kapolri Baru Komjen Suyudi Ario Seto Pilihan Presiden, Sudah Disetujui DPR
- 5Gandeng Warga Sunter Agung dan Papanggo, Jakpro Luncurkan Program Pemilahan Sampah Berbasis Komunitas
- 6Jetour T2 i-DM Resmi Mengaspal Bawa Bagasi Luas dan Fitur Kepraktisan Lengkap, Jadi Opsi Menarik untuk Mendukung Aktivitas Luar Ruangan
- 7Tak Perlu Cemas Titik Buta, Keterbatasan Visibilitas Belakang Jetour T2 i-DM Berhasil Teratasi Kamera 360
- 8Jetour T2 i-DM Resmi Dijual Rp 688 Juta, SUV PHEV Bergaya Boxy Bawa Kabin Modern dan Nyaman
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



