Legislator Golkar Farah Savira Dukung Kolaborasi Pemprov DKI–YouTube, Beri Catatan Soal Efektivitas Program

AKURAT JAKARTA — Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, mengapresiasi terhadap program kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan platform digital YouTube.
Menurut Farah, kolaborasi tersebut merupakan langkah positif dalam menyesuaikan dunia pendidikan dengan perkembangan teknologi digital.
Namun demikian, ia menekankan pentingnya sejumlah catatan agar program tersebut dapat berjalan produktif dan efektif.
"Komisi E tentu sangat mengapresiasi dan mendukung penuh program ini. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memastikan target program dapat tercapai," ujar Farah saat dihubungi wartawan, Kamis (29/1/2026).
Farah menjelaskan, catatan pertama berkaitan dengan bentuk intervensi yang diberikan kepada peserta program.
Ia menilai pembekalan harus dilakukan secara berkala, tidak hanya kepada para siswa, tetapi juga kepada tenaga pendidik.
"Perlu dilihat intervensi apa saja yang dilakukan. Apakah anak-anak mendapatkan pembekalan secara rutin, dan tidak kalah penting, para guru juga harus dibekali," katanya.
Selain itu, Farah mendorong agar program kolaborasi ini dapat dikembangkan menjadi muatan lokal atau materi khusus di sekolah-sekolah Jakarta.
Menurutnya, sebagai ibu kota negara, Jakarta memiliki peran strategis sebagai pelopor dalam pengembangan kebijakan nasional, termasuk di bidang pendidikan digital.
"Jakarta punya posisi sebagai pionir. Maka program ini sangat memungkinkan untuk dijadikan muatan lokal atau materi khusus," ujarnya.
Lebih lanjut, Farah juga berharap kolaborasi tidak hanya terbatas pada YouTube, tetapi dapat diperluas dengan menggandeng berbagai platform digital lainnya, seperti TikTok dan Instagram, yang dinilai memiliki jangkauan lebih cepat dan luas di kalangan anak-anak dan remaja.
Tak kalah penting, Anggota Komisi E itu menyoroti perlunya pengawasan ketat dari platform-platform digital besar terkait batasan usia dan akses konten.
Ia menekankan pentingnya perlindungan anak dari konten yang tidak sesuai, seperti kekerasan, bullying, maupun konten bermuatan negatif lainnya.
"Pengawasan terhadap batasan usia harus diperketat, mengingat kita mengetahui adanya beberapa kasus yang marak terjadi di lingkungan sekolah, baik yang melibatkan guru maupun antar sesama murid," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 3Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 4Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 5Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 6Prediksi Skor Paderborn vs Stuttgart di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Home Deluxe Arena
- 7Prediksi Skor Union Berlin vs Elversberg di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Keterpurukan?
- 8Prediksi Skor Genoa vs Fiorentina di Serie A, 10 Oktober 2026: Mampukah Rossoblu Mengakhiri Tren Buruk di Kandang?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



