Jakarta

Legislator Golkar Farah Savira Dukung Kolaborasi Pemprov DKI–YouTube, Beri Catatan Soal Efektivitas Program

Yasmina Nuha | 30 Januari 2026, 07:43 WIB
Legislator Golkar Farah Savira Dukung Kolaborasi Pemprov DKI–YouTube, Beri Catatan Soal Efektivitas Program

AKURAT JAKARTA — Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, mengapresiasi terhadap program kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan platform digital YouTube.

Menurut Farah, kolaborasi tersebut merupakan langkah positif dalam menyesuaikan dunia pendidikan dengan perkembangan teknologi digital.

Namun demikian, ia menekankan pentingnya sejumlah catatan agar program tersebut dapat berjalan produktif dan efektif.

Baca Juga: Legislator Golkar Ramly HI Muhamad Kritik Sistem Rujukan BPJS: Jangan Korbankan Lansia Demi Administrasi!

"Komisi E tentu sangat mengapresiasi dan mendukung penuh program ini. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memastikan target program dapat tercapai," ujar Farah saat dihubungi wartawan, Kamis (29/1/2026).

Farah menjelaskan, catatan pertama berkaitan dengan bentuk intervensi yang diberikan kepada peserta program.

Ia menilai pembekalan harus dilakukan secara berkala, tidak hanya kepada para siswa, tetapi juga kepada tenaga pendidik.

Baca Juga: Apresiasi RTH Pulau Penggilingan, Legislator Golkar Judistira Ingatkan Risiko Banjir dan Optimalisasi Kolam Retensi

"Perlu dilihat intervensi apa saja yang dilakukan. Apakah anak-anak mendapatkan pembekalan secara rutin, dan tidak kalah penting, para guru juga harus dibekali," katanya.

Selain itu, Farah mendorong agar program kolaborasi ini dapat dikembangkan menjadi muatan lokal atau materi khusus di sekolah-sekolah Jakarta.

Menurutnya, sebagai ibu kota negara, Jakarta memiliki peran strategis sebagai pelopor dalam pengembangan kebijakan nasional, termasuk di bidang pendidikan digital.

"Jakarta punya posisi sebagai pionir. Maka program ini sangat memungkinkan untuk dijadikan muatan lokal atau materi khusus," ujarnya.

Lebih lanjut, Farah juga berharap kolaborasi tidak hanya terbatas pada YouTube, tetapi dapat diperluas dengan menggandeng berbagai platform digital lainnya, seperti TikTok dan Instagram, yang dinilai memiliki jangkauan lebih cepat dan luas di kalangan anak-anak dan remaja.

Tak kalah penting, Anggota Komisi E itu menyoroti perlunya pengawasan ketat dari platform-platform digital besar terkait batasan usia dan akses konten.

Ia menekankan pentingnya perlindungan anak dari konten yang tidak sesuai, seperti kekerasan, bullying, maupun konten bermuatan negatif lainnya.

"Pengawasan terhadap batasan usia harus diperketat, mengingat kita mengetahui adanya beberapa kasus yang marak terjadi di lingkungan sekolah, baik yang melibatkan guru maupun antar sesama murid," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y