Jakarta

Mantap! Novel 'Melati Tepian Ciliwung' Jadi Buku Islam Terbaik Kategori Fiksi Dewasa di IBF Awards 2023

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 22 September 2023, 16:44 WIB
Mantap! Novel 'Melati Tepian Ciliwung' Jadi Buku Islam Terbaik Kategori Fiksi Dewasa di IBF Awards 2023

AKURAT JAKARTA - Novel "Melati Tepian Ciliwung" karya Rizka Fauzia sukses menjadi pemenang Buku Islam Terbaik kategori Fiksi Dewasa di Islamic Book Fair (IBF) Awards 2023.

Novel terbitan Binsar Hiras Publisher itu sukses mengalahkan empat judul lain yang masuk ke dalam nominasi dan menjadi pilihan dewan juri. 

Penulis novel "Melati Tepian Ciliwung", Rizka Fauzi menerangkan, buku fiksi ini menceritakan tentang dinamika keluarga pendatang yang tinggal di tepian Sungai Ciliwung, demi meraih mimpi di Ibukota Jakarta dengan setting waktu tahun 90-an. 

"Cerita ini saya buat untuk memperkenalkan kehidupan masyarakat sederhana. Tujuan lainnya adalah ingin memberi bacaan untuk keluarga karena novel ini mengandung unsur haru, drama, dan komedi," kata Rizka kepada Akurat, Jumat (22/09). 

BACA JUGA: Kinerja Memuaskan Zaki Iskandar 2 Periode Jadi Bupati Tangerang, Kader Golkar DKI Siap Kawal di Jakartaiap-kawal-di-jakarta

Pemilik nama pena R. Fauzia itu menambahkan, terdapat suka dan duka selama proses kreatif membuat proses menulis "Melati Tepian Ciliwung", bahkan ide cerita ini muncul sebelum ia menulis novel pertama. 

"Sukanya lebih kepada menikmati proses kreatif itu sendiri. Menulis, mengarang, menuangkan ide yang sudah saya kumpulkan sejak lama. Ide "Melati Tepian Ciliwung" sudah ada bahkan sebelum saya mulai menulis novel pertama," ujar Rizka. 

"Dukanya, hampir tidak ada kecuali saat mood menulis harus sering tertunda oleh urusan lain. Sebagai penulis pemula yang langsung terjun ke novel di karya-karya pertama, saya juga harus belajar tentang kaidah bahasa dan penyuntingan," lanjutnya. 

Rizka pun mengaku senang "Melati Tepian Ciliwung" menjadi pemenang Buku Islam Terbaik kategori Fiksi Dewasa di IBF Awards 2023 dan berharap karyanya dapat diadaptasi menjadi ke layar lebar. 

"Mendapat hadiah dari Allah sebagai peraih IBF Award 2023, saya sangat bahagia, dan bersyukur. Harapan pribadi semoga ada yang tertarik untuk membuat "Melati Tepian Ciliwung" menjadi film," ujar Rizka. 

BACA JUGA: Jangan Sampai Absen! Datangi Ruang Imersif Petualangan Sherina 2 untuk Berpetualang sambil Bernostalgia

Rizka yang memulai karir menulisnya di tahun 2019 pun berpesan agar penulis pemula tetap semangat dan konsisten dalam berkarya. 

"Saya baru mulai menulis tahun 2019 dan menerbitkan novel pertama di akhir tahun itu. Jadi untuk penulis pemula, jangan takut pada teori menulis, yang penting menulis dengan hati, tetap konsisten, dan jangan lupa membaca," tutup Rizka. 

Terpisah, Editor novel "Melati Tepian Ciliwung", Evin Tobing menuturkan, proses kreatif dari novel "Melati Tepian Ciliwung" ini berlangsung sekitar 2,5 bulan dengan 3 kali revisi yang cukup membuat penulis merasa kewalahan.

"Tantangannya adalah menghadirkan suasana yang benar-benar nyata sesuai dengan inspirasi dari cerita ini. Meskipun terpaksa ada beberapa bagian yang harus di-take down karena terkesan bertele-tele," ujar Evin. 

Evin yang juga merupakan CEO Binsar Hiras Publisher mengaku senang dan seperti bermimpi saat dikabari bahwa novel ini menjadi pemenang di IBF Awards 2023.

BACA JUGA: 6 Rekomendasi Rumah Makan Nasi Padang di Jakarta, Lamak Bana!

Apalagi, lanjut Evin, Binsar Hiras Publisher cukup membatasi diri dalam membina penulisnya demi menciptakan penulis yang bermental tangguh. 

"Senang sekaligus ada rasa tidak percaya karena selama ini Binsar Hiras Publisher sendiri cukup membatasi diri dalam membina penulis-penulisnya. Kami memegang komitmen melahirkan penulis-penulis bermental writerpreneur yang tangguh dan tidak gengsian untuk berjuang membesarkan karyanya," imbuhnya. 

Sebagai editor, Evin pun mengaku semakin bersemangat untuk kolaborasi dengan para penulis pemilik ide hebat yang tahan banting. 

BACA JUGA: Pelatih Persija Thomas Doll Pecahkan Rekor Baru, Modal Jelang Lawan Bali United

Ia pun berharap, kedepannya para penulis tidak jumawa dan terus berkarya serta meregenerasi keilmuannya. 

"Sebagai publisher, saya ingin agar para penulis yang sudah menjadi writerpreneur, tidak mudah melupakan perjuangan dan terus berjalan bersama dalam meregenerasi keilmuannya. Jangan menjadi penulis yang mudah puas apalagi jemawa. Penulis adalah predikat bergengsi dan skill yang dibutuhkan hampir di semua profesi," tandasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.