Jakarta

Apa Itu Empty Sella Syndrome, Penyakit Langka yang Sebabkan Disfungsi Ereksi pada Pria?

Yudi Permana | 20 Mei 2024, 11:33 WIB
Apa Itu Empty Sella Syndrome, Penyakit Langka yang Sebabkan Disfungsi Ereksi pada Pria?

AKURAT JAKARTA-Jenis penyakit semakin beragam dan langka saja. Sebut saja penyakit langka empty sella syndrom, penyakit langka yang sebabkan disfungsi ereksi pada pria.

Meski begitu keberadaan penyakit ini jarang diketahui secara cepat karena umumnya pasien empty sella syndrome tak menunjukkan gejala dan tak ada yang bermasalah secara endokrinologi atau hormonal.

Kalau pun ada gejala yang kerap muncul adalah sakit kepala yang akan reda ketika berbaring.

Mengenal Empty Sella Syndrome

Dikutip dari tulisan di primayahospital, empty sella syndrome atau sindrom sella kosong adalah kelainan langka berupa pembesaran atau malformasi struktur pada tengkorak yang dikenal sebagai sella tursika.

Sella tursika adalah cekungan berbentuk pelana yang lokasinya berada di tulang di dasar tengkorak (tulang baji) tempat kelenjar pituitari atau hipofisis. Kelenjar ini berfungsi memproduksi hormon tertentu dan juga mengendalikan pelepasan hormon dari kelenjar lain.

Dalam sindrom sella kosong, sella tursika terisi sebagian oleh cairan serebrospinal dan kelenjar hipofisis yang sangat kecil yang berada di dasar sella (sella kosong sebagian) atau sepenuhnya terisi cairan serebrospinal tanpa kelenjar hipofisis yang terlihat (sella sepenuhnya kosong).

Terdapat dua jenis empty sella syndrome:

1. Empty sella syndrome primer

Sindrom sella kosong primer terjadi ketika sebagian otak menekan sella tursika dan meratakan kelenjar pituitari. Tidak diketahui apa penyebab hal ini pada anak-anak. Individu dengan sindrom sella kosong primer mungkin memiliki kadar hormon prolaktin yang tinggi yang bisa mengganggu fungsi normal testis dan ovarium.

Kondisi ini paling sering terjadi pada orang dewasa dan wanita dan kerap dikaitkan dengan obesitas dan tekanan darah tinggi.

2. Empty sella syndrome sekunder

Sindrom sella kosong sekunder terjadi saat kelenjar pituitari rusak karena penyebab tertentu. Orang yang mengalami sindrom sella kosong sekunder kadang menunjukkan kondisi yang mencerminkan hilangnya fungsi hipofisis, seperti infertilitas dan terhentinya periode menstruasi.

Di kalangan anak, sindrom sella kosong sekunder dikaitkan dengan kekurangan hormon pertumbuhan dan pubertas dini.

Gejala Empty Sella Syndrome

Adapun keluhan yang biasa dirasakan pasien dengan gejala empty sella syndrom, sebagaimana ditulis Alodokter adalah sebagai berikut:

  • Disfungsi ereksi
  • Penurunan gairah seks
  • Mudah lelah
  • Menstruasi yang tidak teratur atau berhenti sama sekali (amenorrhea)
  • Galaktorea, yaitu keluarnya ASI atau cairan menyerupai ASI dari puting payudara padahal tidak sedang hamil atau menyusui
  • Peningkatan tekanan di otak
  • Keluarnya cairan otak dari hidung
  • Sakit kepala
  • Papiledema, yaitu gangguan penglihatan akibat saraf mata membengkak karena tekanan di dalam otak

Pencegahan Empty Sella Syndrome

Ada ungkapan mencegah lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu sebelum kena empty sella syndrome ini ada beberapa langkah pencagahan yang bisa dilakukan:

  • Berhati-hati dan memakai alat pengaman saat berkendara, seperti helm atau sabuk pengaman
  • Mengenakan APD yang tepat, terutama bila bekerja di konstruksi bangunan
  • Memasang pegangan di kamar mandi untuk mengurangi risiko terpeleset
  • Menghindari paparan zat kimia berbahaya
  • Tidak merokok
  • Menjalani skrining genetik bagi yang memiliki riwayat tumor atau kanker otak, untuk mencegah tumor otak yang berujung pada empty sella syndrome

Demikian penjelasan tentang empty sella syndrome, semoga bermanfaat.(*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.