Jakarta

Buya Yahya Bongkar Ijazah Amalan Rahasia Pelunas Hutang, Lakukan Cara ini Dijamin Hutang Cepat Lunas!

Menggi Febrianti | 14 Juli 2025, 21:01 WIB
Buya Yahya Bongkar Ijazah Amalan Rahasia Pelunas Hutang, Lakukan Cara ini Dijamin Hutang Cepat Lunas!

AKURAT JAKARTA- Utang seringkali menjadi beban berat dalam hidup, menyebabkan kegelisahan di siang hari dan sulit tidur di malam hari. 

Namun, Buya Yahya dalam ceramahnya membongkar "ijazah amalan rahasia" yang bukan hanya sekedar doa, tetapi juga serangkaian tips praktis dan nasihat bijak agar hutang bisa lunas dengan cepat. 

Dilansir dari kanal YouTube AL-Bahjah TV, Buya Yahya menekankan bahwa langkah awal bukanlah pada doa semata, melainkan pada perubahan mendasar dalam gaya hidup.

Baca Juga: Ingin Segera Bebas dari Hutang? Ustadz Adi Hidayat Ajarkan Doa Ampuh Ini untuk Melunasinya

Mengatur Gaya Hidup: Kunci Utama Terhindar dari Lilitan Hutang

Tips pertama dan paling krusial dari Buya Yahya adalah mengatur cara hidup. Beliau menegaskan bahwa banyak orang terjerat utang karena terbiasa mengikuti gaya hidup orang lain, memaksakan diri untuk memiliki sesuatu yang belum saatnya. "Di dalam hidup itu kita jangan mengikuti hidupnya orang lain," kata Buya Yahya. 

Pemaksaan diri ini berujung pada utang atau kredit, yang kemudian menjadi beban wajib untuk dibayar. Untuk menghindari terperosok lebih dalam, Buya Yahya menganjurkan untuk membiasakan hidup sederhana. 

Ia memberikan contoh seperti tidak perlu gengsi naik sepeda jika belum mampu membeli mobil, atau tinggal di rumah kontrakan daripada memaksakan diri membangun rumah mewah.

Sederhana bukan berarti kekurangan, melainkan hidup sesuai kemampuan. Gaya hidup boros dan suka berhutang adalah alamat bagi seseorang untuk selalu dililit utang. Bahkan, ada fenomena "gaya utangan" di mana seseorang merasa nyaman meminjam uang dari orang lain. Hal ini perlu diubah dari akarnya.

Prioritas Pembayaran Utang: Lebih Utama daripada Sedekah

Setelah memperbaiki gaya hidup, Buya Yahya memberikan pencerahan penting mengenai prioritas keuangan, terutama saat sedang berhutang. Beliau dengan tegas menyatakan bahwa membayar hutang hukumnya wajib dan harus didahulukan. "Jangan berpikir tentang berbuat baik dulu selain bayar utang," tegasnya. Bahkan, sedekah pun harus dikesampingkan jika hutang belum lunas dan sudah jatuh tempo. 

Buya Yahya memperingatkan agar tidak tertipu dengan pemikiran bahwa bersedekah akan melunasi hutang, karena sedekah dalam kondisi hutang yang mendesak adalah sebuah kemaksiatan. 

Ia memberikan contoh sederhana: jika Anda berhutang Rp100.000 dan harus segera dibayar, tetapi Anda malah menyedekahkan uang tersebut kepada orang lain, maka si pemberi hutang akan marah. 

Pengecualian berlaku jika hutang belum jatuh tempo dan Anda memang memiliki rencana pasti untuk membayarnya. Intinya, jangan menunda pembayaran hutang jika sudah mampu, karena menunda hutang bagi yang mampu adalah kezaliman.

Baca Juga: Jangan Mau Mati Miskin! Simak Teguran Keras dari Timothy Ronald tentang Mindset Miskin ini yang Bisa Bikin Hidup Sengsara

Amalan Doa dan Perbaikan Diri sebagai Pelengkap

Setelah dua pondasi utama di atas (mengatur gaya hidup dan memprioritaskan pembayaran utang) ditegakkan, barulah Buya Yahya menyampaikan amalan doa yang menjadi "ijazah rahasia" pelunas utang. 

Doa yang paling tepat dipanjatkan adalah setelah shalat lima waktu dan di sepertiga malam terakhir, dengan bahasa apapun yang dimengerti. Doa dari Baginda Nabi ﷺ untuk melunasi utang adalah:

"Allahummakfini bihalalika an haramika, waghnini bifadhlika amman siwaka."

Artinya: "Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki yang halal dari-Mu, sehingga aku tidak membutuhkan yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu, sehingga aku tidak bergantung kepada selain-Mu."

Selain doa, Buya Yahya juga menambahkan satu amalan penting yang sering terlupakan: koreksi diri dan segera meminta maaf kepada orang tua. "Bergegaslah menghadap pada orang tua dan minta maaf," nasihatnya. 

Bisa jadi lilitan hutang adalah sebab dari kesalahan atau menyakiti hati orang tua. Dengan mencium tangan, memeluk hangat, meminta maaf, dan berjanji tidak mengulangi kesalahan, diharapkan segala kesulitan, termasuk utang, akan terselesaikan.

Dengan menerapkan perubahan gaya hidup yang lebih sederhana, memprioritaskan pelunasan utang di atas segalanya, serta mengiringinya dengan doa tulus dan perbaikan hubungan dengan orang tua, insya Allah beban utang akan terangkat dan kemudahan dalam melunasinya akan datang dari Allah SWT.**

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
M
Editor
M. Rafix