Bukan Sekadar Peringatan, Ternyata Ini Rahasia Grebeg Maulud di Keraton Solo dan Yogjakarta yang Bikin Merinding

AKURAT JAKARTA - Tak lama lagi, seluruh umat Muslim akan menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Di Indonesia, perayaan kelahiran Nabi tidak hanya diisi dengan pengajian, tetapi juga ragam tradisi unik yang telah melegenda.
Salah satu tradisi Maulid Nabi paling terkenal adalah Grebeg Maulud, sebuah perayaan sakral yang menjadi puncak dari serangkaian acara di Keraton Yogyakarta dan Surakarta.
Jika kamu berkunjung ke Yogyakarta saat perayaan Maulid, kamu akan menyaksikan sebuah tradisi megah yang memadukan spiritualitas Islam dengan kearifan lokal Jawa.
Grebeg Maulud merupakan simbol rasa syukur dan berbagi yang telah diwariskan turun-temurun.
Puncak acara yang paling dinantikan adalah saat arak-arakan gunungan, tumpukan besar hasil bumi yang menjadi rebutan warga.
Baca Juga: Kota Tua Sepi Usai Demo, Pengunjung Merosot Drastis dari Ribuan Jadi Ratusan
Lebih dari sekadar perayaan, tradisi ini adalah potret bagaimana budaya dan agama berpadu harmonis.
Rangkaian acara Grebeg Maulud dimulai dengan ritual Miyos Gangsa, di mana gamelan pusaka dikeluarkan dari keraton.
Tahap ini dilanjutkan dengan prosesi Numplak Wajik, momen di mana seluruh pusaka keraton dipersiapkan untuk acara puncak.
Setelah itu, prosesi berlanjut ke tahap Bethak dan Pesowanan Garebeg.
Dalam tahap Pesowanan Garebeg, kamu akan melihat nasi yang dimasak secara khusus dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil, lalu diletakkan di dalam pusaka bernama Kanjeng Kyai Blawong.
Puncaknya, enam gunungan megah yang terbuat dari berbagai hasil bumi seperti sayur dan buah-buahan, diarak keluar dari keraton.
Baca Juga: Catat! Rang Solok Baralek Gadang 2025 Digelar 11–13 September, Berikut Rangkaian Acaranya
Arak-arakan ini tidak hanya diikuti oleh gunungan, tetapi juga barisan prajurit keraton yang gagah dengan seragam lengkap dan senjata tradisional.
Mereka mengawal gunungan ini menuju Masjid Gedhe Kauman.
Rombongan ini juga diiringi oleh prajurit berkuda, menciptakan pemandangan yang sangat memukau dan khidmat.
Baca Juga: Agoda Rilis Daftar Destinasi Kuliner Asia, Indonesia Tembus Lima Besar
Tradisi ini adalah bukti nyata bagaimana ajaran Wali Songo, yang memadukan unsur keislaman dengan budaya Jawa, masih hidup dan lestari.
Arak-arakan gunungan yang akhirnya menjadi rebutan masyarakat adalah representasi dari berkah yang dibagikan dari keraton kepada rakyatnya.
Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya takbenda, tetapi juga daya tarik wisata yang membuat banyak orang penasaran.
Dengan menyaksikan langsung, kamu akan merasakan bagaimana Grebeg Maulud bukan sekadar ritual, melainkan perayaan kebersamaan dan spiritualitas yang mendalam. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AS Monaco vs RC Lens di Ligue 1, 19 September 2026: Mampukah Les Monegasques Pertahankan Tren Positif?
- 2Prediksi Skor Espanyol vs Elche di La Liga, 19 September 2026: Misi Los Pericos Bangkit di Kandang
- 3Prediksi Skor Monza vs Sassuolo di Serie A, 19 September 2026: Mampukah Biancorossi Hentikan Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Premier League, 19 September 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 5Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 6Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 7Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs Freiburg di Bundesliga, 19 September 2026: Ujian Berat bagi Tuan Rumah
- 8Prediksi Skor Osasuna vs Rayo Vallecano di La Liga, 19 September 2026: Duel Dua Tim dengan Tujuh Poin di El Sadar
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




