Penulis Bestseller "I Want to Die but I Want To Eat Tteokbokki" Baek Se Hee Berpulang, Donasikan Organ untuk Selamatkan Lima Nyawa

AKURAT JAKARTA- Dunia kehilangan salah satu suara paling jujur dalam isu kesehatan mental.
Baek Se Hee, penulis memoar global bestselling "I Want to Die but I Want To Eat Tteokbokki", meninggal dunia di usia 35 tahun.
Karya Baek, yang merupakan kompilasi percakapan nyata dengan psikiater tentang depresinya, menjadi fenomena budaya sejak dirilis pada 2018.
Dimana melalui buku ini, diakui telah mengubah cara jutaan orang di 25 negara memahami dan membicarakan perjuangan batin mereka.
Baca Juga: Perak Menggila Kalahkan Emas, Akankah Tahta Raja Investasi Berpindah?
Meski detail kematiannya tidak diungkap, Baek meninggalkan warisan kemanusiaan yang mendalam.
Badan Donasi Organ Korea (KODA) pada Jumat mengonfirmasi bahwa Baek mendonorkan jantung, paru-paru, hati, dan ginjalnya, yang berhasil menyelamatkan lima nyawa.
Keinginan Baek untuk "berbagi hatinya dengan orang lain" melalui karyanya kini terwujud secara harfiah.
Anton Hur, penerjemah buku tersebut ke bahasa Inggris, menulis di Instagram bahwa meskipun organnya menyelamatkan lima orang, "para pembacanya akan tahu ia telah menyentuh jutaan nyawa lebih banyak dengan tulisannya."
Baca Juga: Awas Cuan! Harga Emas Antam Terus Melesat, Ini Rincian Harganya
Kekuatan Tteokbokki dalam Kegelapan
Karya Baek Se Hee melambangkan kompleksitas perjuangan mental modern: keinginan untuk menyerah berdampingan dengan dorongan untuk hidup.
Hal ini tertuang dalam kutipan terkenalnya: "Hati manusia, bahkan ketika ingin mati, pada saat yang sama cukup sering ingin makan tteokbokki juga."
Memoar ini bukan hanya catatan klinis distimia (depresi ringan jangka panjang) yang dideritanya selama satu dekade, tetapi sebuah perayaan kecil atas kenikmatan hidup sederhana—seperti tteokbokki—yang mampu menahan seseorang dari kegelapan.
Dengan penjualan melebihi satu juta kopi, Baek Se-hee telah berhasil menembus tabu, mengubah narasi kesehatan mental, dan memberikan "kenyamanan mendalam di setiap kalimat" bagi para pembacanya, sebagaimana diungkapkan dalam ucapan belasungkawa di media sosial.
Baek, yang lulusan penulisan kreatif, kini dikenang bukan hanya sebagai penulis, tetapi sebagai ikon kejujuran yang membawa harapan lewat kesediaan membuka luka pribadinya.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 2Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 3Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 5Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 8Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



