Jakarta

Zaki Iskandar Ingatkan Pentingnya Rasionalitas Finansial dalam Pengelolaan Klub

Ainun Kusumaningrum | 8 Januari 2026, 17:58 WIB
Zaki Iskandar Ingatkan Pentingnya Rasionalitas Finansial dalam Pengelolaan Klub

AKURAT JAKARTA — Presiden Persita Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, memberikan catatan penting mengenai tata kelola industri sepak bola modern di tanah air.

Dia menekankan bahwa aspek finansial merupakan pilar utama yang harus dikelola dengan penuh perhitungan dan rasionalitas demi menjaga keberlangsungan hidup sebuah klub.

Zaki menyoroti fenomena ambisi klub yang kerap terjebak pada keinginan instan untuk mendatangkan pemain bintang berharga mahal tanpa mempertimbangkan neraca keuangan internal.

Baca Juga: Bangun Pondasi Lokal, Zaki Sebut Persita Tangerang Konsisten Orbitkan Pemain Muda ke Tim Senior

Menurutnya, kegagalan dalam mengukur kemampuan finansial hanya akan membawa klub pada lubang kehancuran di masa depan.

"Seringkali ada keinginan untuk membeli pemain mahal dan langkah ambisius lainnya, namun tidak dibarengi dengan pengukuran kemampuan finansial yang akurat. Jika ini diabaikan, dampaknya akan sangat fatal bagi kesehatan klub itu sendiri," ujar Ahmed Zaki Iskandar dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026).

Pria yang juga dikenal sebagai tokoh pembangunan di Tangerang ini memberikan peringatan berdasarkan realitas pahit yang menimpa sejumlah klub di Indonesia.

Baca Juga: Gol Menit Akhir Timnas U-17, Bang Zaki: Bukti Mentalitas Pemain Semakin Tangguh

Dia merujuk pada sejarah kelam beberapa tim yang dahulu memiliki nama besar dan kejayaan, namun kini terpuruk akibat manajemen keuangan yang ugal-ugalan.

"Kita bisa melihat banyak contoh di lapangan. Mohon maaf, ada klub-klub yang dulunya sangat besar dan disegani, namun sekarang kondisinya berantakan karena salah dalam pengelolaan keuangan," tegasnya.

Bagi Zaki, kemandirian dan stabilitas finansial jauh lebih berharga daripada prestasi sesaat yang dipaksakan.

Di bawah kepemimpinannya, Persita berupaya menjalankan model bisnis yang berkelanjutan, di mana setiap pengeluaran, termasuk belanja pemain, harus terukur dan sesuai dengan proyeksi pendapatan klub.

Langkah ini diambil guna memastikan Pendekar Cisadane tetap eksis sebagai klub profesional yang sehat dan kompetitif di jangka panjang. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.